Logo Header Antaranews Sumbar

OJK Resmikan Mobil Edukasi SiMolek

Selasa, 4 Februari 2014 16:15 WIB
Image Print
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Antara)

Jakarta, (Antara) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan beroperasinya mobil edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi dan informasi mengenai layanan produk jasa keuangan bagi masyarakat. "Peluncuran mobil edukasi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penggunaan layanan atau produk lembaga keuangan. Beroperasinya SiMolek untuk meningkatkan literasi dan informasi mengenai layanan produk jasa keuangana yang relatif masih rendah," kata Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti S. Soetiono di Pasar Tanah Abang Jakarta, Selasa. Keberadaan SiMolek diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai literasi keuangan, dan meningkatkan minat serta kepercayaan masyarakat untuk menggunakan produk atau jasa keuangan. Kusumaningtuti menjelaskan bahwa selama ini OJK melihat bahwa kondisi infrastruktur daerah di Indonesia masih belum merata dan menjadi salah satu faktor penghambat bagi masyarakat setempat dalam memperoleh layanan jasa keuangan. Saat ini jumlah SiMolek yang sudah tersedia ada 20 unit. Empat unit beroperasi di Jabodetabek sementara sisanya tersebar di beberapa kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Bandung, Makasar, ujarnya. "Pada semester dua tahun ini, jumlah SiMolek akan ditambah setidaknya 20 unit lagi, sehingga daerah operasinya juga semakin luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah terpencil," ujarnya. Lebih lanjut Kusumaningtuti menjelaskan bahwa pengoperasian SiMolek dilakukan oleh OJK di Kantor Pusat mapupun di Kantor Regional dan Kantor OJK Daerah, serta mengikutsertakan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk menggunakannya disesuaikan dengan kebutuhan akan materi yang ingin disampaikan ke masyarakat serta waktu, lokasi, dan target edukasi. Sejumlah LJK dan asosiai sektor keuangan sudah mendaftar untuk ikut menggunakan fasilitas SiMolek yaitu; Allianz, BCA, Bank Mandiri, Pasar Modal, BRI, Asosiasi Bank Daerah, Lembaga Pembiayaan, Pegadaian, Asosiasi Bank Syariah Indonesia, dan asosiasi perasuransian. SiMolek merupakan salah satu program OJK sebagai bagian dari kebijakan untuk meningkatkan literasi atau pengetahuan masyarakat mengenai seluk beluk lembaga dan produk keuangan, yang bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui manfaat dan risiko serta hak dan kewajiban sebagai konsumen keuangan. Berdasarkan data yang diperoleh dari OJK, dari 240 juta penduduk Indonesia baru 50 persen yang secara umum menggunakan produk dan layanan lembaga jasa keuangan. "Sementara itu baru 20 persen masyarakat Indonesia yang memiliki pemahaman mengenai layanan lembaga keuangan," pungkas Kusumaningtuti. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026