Logo Header Antaranews Sumbar

LSM: Enam Tewas Dalam Serangan Bom Laras di Aleppo

Sabtu, 1 Februari 2014 22:02 WIB
Image Print

Beirut, (Antara/AFP) - Setidaknya enam orang tewas ketika helikopter-helikopter milik pemerintah Suriah hari Sabtu menjatuhkan laras-laras penuh bahan peledak di sebuah wilayah perumahan di kota sebelah utara, Aleppo, demikian dikatakan sebuah kelompok pemantau. Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengatakan angka korban bisa bertambah. Serangan tersebut merupakan insiden terbaru di mana pasukan pemerintah menggunakan persenjataan yang kontroversial. Penyerbuan berlangsung satu hari setelah Menteri Pertahanan Suriah Jenderal Fahd al-Freij mengunjungi wilayah-wilayah di provinsi utara, Aleppo. Kantor berita pemerintah SANA mengatakan Freij "menjelaskan bahwa ia mendatangi Aleppo untuk memberikan penghormatan kepada para pejuang heroik tentara Arab Suriah." Ia mengatakan dirinya menyatakan rasa terima kasih atas "kemenangan hebat mereka serta pembebasan yang mereka hasilkan di banyak wilayah di Aleppo... yang paling penting adalah bandar undara internasional Aleppo dan wilayah sekitarnya, yang sekarang sudah dapat dilandasi pesawat." Bandara Aleppo ditutup selama sekira satu tahun karena pertempuran-pertempuran di wilayah sekitarnya telah membuat bandara tersebut terlalu berbahaya untuk dilandasi pesawat-pesawat. Namun dalam bulan November, tentara membuat kemajuan di wilayah tersebut dan bandara akhirnya kembali dibuka bagi lalu lintas udara pada 22 Januari. Di daerah-daerah lainnya di Aleppo, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan para gerilyawan dari kelompok jihadis Islamic State of Iraq and Levant (ISIL) meledakkan dua bom mobil yang menargetkan markas besar pasukan-pasukan pemberontak. Tidak ada keterangan rinci yang bisa segera diperoleh menyangkut korban ledakan tersebut. Para gerilyawan moderat dan oposisi Islamis dari barisan kelompok telah memerangi kelompok jihadis ISIL sejak awal Januari. Sebelumnya, mereka menuduh kelompok jihadis tersebut melakukan serangkaian kekerasan terhadap warga sipil dan gerilyawan. Sementara itu, di provinsi pusat, Hama, kelompok pemantau mengatakan setidaknya 12 anggota pasukan pemerintah --termasuk milisi-milisi pro-pemerintah, tewas dalam pertempuran di kota Morek. Syrian Observatory for Human Rights mengatakan pasukan gerilyawan, termasuk Al-Nusra Front yang memiliki kaitan dengan Al-Qaeda, telah merebut kota Morek melalui pertempuran sengit yang berlangsung dalam semalam. Di Damaskus selatan, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pihaknya telah melakukan penyaluran bantuan ke tempat penampungan Yarmuk untuk ketiga harinya. Penampungan bagi para pengungsi Palestina itu berada di bawah kepungan --yang dikatakan Syrian Observatory for Human Rights telah menyebabkan 88 orang meninggal dunia karena kelaparan dan kekurangan bantuan medis. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026