
Wakil PM Kamboja Desak Oposisi Bergabung di Parlemen

Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong pada Jumat mengatakan bahwa partai oposisi utama negara itu harus bergabung di Majelis Nasional jika benar-benar ingin berdebat mengenai reformasi pemilihan umum atau pemilihan ulang. "Partai Penyelamatan Kamboja Nasional (CNRP) harus mengakhiri unjukrasa di jalan dan bergabung dengan Majelis Nasional jika benar-benar ingin menuntut reformasi pemilihan umum atau pemungutan suara ulang," kata Hor Namhong dalam pertemuan dengan tamunya, Menteri Negara Inggris Hugo Swire. Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), yang dipimpin oleh pemimpin oposisi lama Sam Rainsy, telah memboikot parlemen dan mengadakan serangkaian protes untuk menuntut reformasi pemilu dan pemilihan ulang setelah sengketa pemilu Juli lalu, yang menyerahkan kemenangan kepada partai berkuasa Perdana Menteri Hun Sen, Partai Rakyat Kamboja (CPP). Menurut konstitusi bangsa, Majelis Nasional tidak bisa dibubarkan sebelum jangka waktu lima tahun berakhir, kata Hor Namhong, dan menambahkan bahwa permintaan oposisi untuk pemilihan ulang atau pemilihan awal memerlukan amandemen konstitusi. "Dan jika ada amandemen konstitusi, maka perlu bagi kedua pihak untuk duduk dan perdebatan di Majelis Nasional," katanya. "Jadi oposisi harus bergabung dengan Majelis Nasional untuk berdebat tentang hal ini." Hor Namhong mengatakan pintu CPP yang berkuasa masih terbuka untuk perundingan dengan oposisi mengenai sengketa. Sengketa politik antara CPP yang berkuasa dan oposisi CNRP telah berlangsung sejak jajak pendapat Juli, di mana CPP memenangkan 68 kursi parlemen dan CNRP mendapat 55 kursi. Mengklaim penyimpangan yang serius, yang CNRP tolak untuk menerima hasil dan telah memboikot parlemen serta mengadakan protes untuk menuntut pengunduran diri Hun Sen dan pemungutan suara ulang. Sementara itu, Swire mengatakan bahwa itu penting bagi kedua belah pihak untuk bertemu dan bernegosiasi untuk mendapatkan solusi damai terhadap perbedaan. Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu regional termasuk sengketa teritorial antara Jepang dan negara-negara tetangganya termasuk Korea Selatan dan China . Swire tiba di Phnom Penh pada Kamis untuk kunjungan dua-hari untuk meningkatkan hubungan bilateral dan untuk memahami situasi politik saat ini di Kamboja. Selama tinggal, Swire akan melakukan kunjungan kehormatan pada Hun Sen dan bertemu dengan para pemimpin oposisi. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
