
AS Desak Sudan Selatan Bebaskan Empat Tahanan Pemberontak

Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat Rabu menyambutpembebasan tujuh tahanan pemberontak oleh Sudan Selatan, tetapi mendesak Juba untuk melepaskan empat orang lagi yang masih ditahan, untuk membantu meningkatkan rekonsiliasi politik. Juba membebaskan tujuh dari 11 pemimpin kunci yang ditahan setelah beberapa bulan lalu diduga melakukan kudeta terhadap Presiden Salva Kiir, dan menyerahkan mereka ke pihak berwenang Nigeria. "Ini merupakan langkah penting menuju dialog politik inklusif," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki. "Kami mendesak pemerintah Sudan Selatan untuk membebaskan empat yang tersisa," katanya menambahkan. "Partisipasi penuh semua tahanan politik sangat penting untukdialog politik," katanya menekankan, dan meminta mereka "segera dibebaskan." Pembebasan semua tahanan telah menjadi tuntutan utama pemberontak. Empat pemimpin masih di dalam tahanan di Sudan Selatan, menghadapi pengadilan karena berusaha untuk menggulingkan Kiir setelah pertempuran pecah di ibu kota Juba pada 15 Desember. Kiir menuduh wakil presiden yang dipecatnya, Riek Machar, dan para mantan pejabat lainnya mengobarkan kudeta terhadap pemerintahannya. Kedua pihak menerapkan gencatan senjata pada Jumat, tetapi pertempuran hanya mereda, tidak berakhir, dengan laporan-laporan bentrokan berlanjut dan memburuknya krisis kemanusiaan yang telah menewaskan ribuan orang dan memaksa hampir 800.000 meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
