Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat: PPP Manfaatkan Gus Dur Raup Suara

Selasa, 21 Januari 2014 13:49 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memang memanfaatkan nama Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid untuk meraup suara dalam Pemilihan Umum 2014. "PPP sadar kalau mereka tidak punya tokoh kuat, makanya mereka mencoba menggunakan nama Gus Dur yang sudah tidak bisa diklaim PKB," kata Yunarto saat dihubungi di Jakarta, Selasa. Dengan menggunakan nama tokoh Gus Dur, partai berlambang Kabah itu diyakini bisa mendongkrak perolehan suara dalam Pemilihan Umum tahun ini. "Upaya itu, menurut saya, memang efektif untuk dongkrak suara partai di 'electoral threshold', tapi tidak akan terlalu efektif jika tujuannya untuk mencari popularitas," ujarnya. Menurut Yunarto, ada tiga faktor yang bisa mendongkrak elektabilitas partai politik dalam pemilu, yakni ideologi yang berbeda, tokoh yang mumpuni serta infrastruktur yang memfasilitasi jaringan massa. "Tapi saat ini, di sejumah partai berideologi Islam atau agama, masih belum banyak tokoh yang bisa mengget hati publik. Makanya banyak di antara mereka yang akhirnya mengambil tokoh dari luar," ucapnya. Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Haul Gus Dur keempat di Jakarta, Selasa (14/1). Kendati demikian, peringatan itu ditampik pihak PPP sebagai upaya untuk memperoleh dukungan politis dari keluarga maupun pengikut setia Gus Dur itu. Pihak PPP juga menilai pemasangan foto Gus Dur pada atribut kampanye parpol sebagai upaya penghormatan kepada sosok mantan Presiden RI yang dikenal sebagai tokoh yang pluralis dan humanis. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026