Logo Header Antaranews Sumbar

Dolar di Asia Menguat

Rabu, 15 Januari 2014 16:38 WIB
Image Print
Dolar. (Antara)

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar naik di Asia pada Rabu, memperpanjang keuntungan yang dicatat di New York setelah laporan penjualan ritel AS lebih baik dari perkiraan. Dalam perdagangan sore di Tokyo, dolar dibeli 104,42 yen, dibandingkan dengan 104,20 yen di New York dan jauh lebih kuat dari 103,43 yen di Asia pada Selasa. Euro diambil 1,3633 dolar dibandingkan dengan 1,3677 dolar di New York. Euro juga melemah menjadi 142,39 yen terhadap 142,52 yen, tetapi juga naik dari 141,27 yen pada Selasa di Tokyo. Pada Selasa, Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan ritel naik 0,2 persen pada Desember, mengejutkan analis yang memperkirakan tidak ada perubahan. Berita itu meredakan kekhawatiran tentang ekonomi AS setelah laporan pekerjaan mengecewakan pada Jumat (10/1) yang telah mendorong spekulasi Federal Reserve bisa menunda mengumumkan setiap pemotongan lebih lanjut untuk program stimulusnya pada pertemuan bulan ini. "Data AS yang kuat menenangkan kekhawatiran investor terhadap perekonomian yang disebabkan oleh laporan pekerjaan yang mengecewakan pada Jumat lalu," kata Credit Agricole. Data Selasa menghidupkan kembali kemungkinan Fed akan memotong lagi program pembelian obligasinya, setelah bulan lalu mengatakan akan mengurangi skema tersebut sebesar 10 miliar dolar AS menjadi 75 miliar dolar AS pada Januari. Sebuah kemunduran lebih lanjut akan menjadi positif bagi dolar. Namun, seorang dealer bank senior di Tokyo mengatakan kepada Dow Jones Newswires bahwa "untuk pasar menguji tertinggi baru (dolar-yen) kita perlu lebih banyak bukti bahwa ekonomi AS tumbuh secara seimbang". Euro mendapat dukungan setelah produksi industri zona euro rebound tajam pada November, menawarkan beberapa kepastian bahwa pemulihan moderat tetap di jalurnya setelah turun tajam pada Oktober. Produksi industri di blok itu melonjak 1,8 persen pada November setelah merosot 0,8 persen pada Oktober, kantor statistik Eurostat mengatakan. Menambah tekanan turun pada yen adalah data pada Selasa yang menunjukkan defisit transaksi berjalan Jepang pada November meningkat tiga kali lipat tahun-ke-tahun menjadi 5,7 miliar dolar AS karena mata uang yang lemah mendorong naik tagihan energi negara itu pasca Fukushima. Transaksi berjalan adalah ukuran terluas dari perdagangan Jepang dengan seluruh dunia, termasuk tidak hanya perdagangan barang, tetapi juga jasa, pariwisata dan kembalin ya investasi asing di negara itu. Greenback menguat terhadap mata uang Asia-Pasifik lainnya. Unit AS naik tipis menjadi 30,09 dolar Taiwan dari 30,02 dolar Taiwan pada Selasa, menjadi 1,2712 dolar Singapura dari 1,2672 dolar Singapura dan menjadi 1.062,79 won Korea Selatan dari 1.058,50 won. Dolar naik menjadi 44,99 peso Filipina dari 44,71 peso, menjadi 61,57 rupee India dari 61,51 rupee, dan menjadi 12.078 rupiah Indonesia dari 11.990 rupiah sementara datar di 32,86 baht Thailand. Dolar Australia jatuh menjadi 89,15 sen AS dari 90,36 sen, sedangkan yuan China berada di 17,24 terhadap 17,11 yen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026