Logo Header Antaranews Sumbar

Pertamina Salurkan Gas Subsidi 90.000 Tabung Per/Hari

Senin, 13 Januari 2014 15:00 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Pekanbaru, (Antara) - PT Pertamina (Persero) menyalurkan sekitar 270 metrik ton atau 90.000 tabung gal elpiji subsidi kemasan 3 kilogram per hari untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat pada 12 kabupaten/kota di Riau. "Untuk Riau rata-rata yang kita salurkan 270 metrik ton setiap hari dan jumlah itu, terjadi peningkatan lebih dari 10 persen dari biasanya," ujar Sales Representatif Domestic Gas Pertamina Sumbar Riau Donny Brilianto di Pekanbaru, Senin. Peningkatan tersebut, menurut dia, dapat dimaklumi mengingat selama tahun 2013 pihaknya masih melakukan sosialisasi baik di tingkat agen, sub agen dan pangkalan resmi kepada masyarakat sebagai konsumen yang ada di Riau. Pada bulan Agustus 2012, Pertamina baru selesai melakukan sosialisasi terhadap konversi energi ke penggunaan gas elpiji 3 kilogram dari sebelumnya minyak tanah pada enam kabupaten/kota dari total 12 kabupaten/kota di Riau. Mengubah pradigma masyarakat untuk mau mengunakan gas elpiji 3 kilogram yang tadinya mereka takut karena ada persepsi gas tabung bisa meledak atau takut terjadinya kecelakaan yang pada akhirnya Pertamina harus lebih bersabar dan gencar melakukan sosialisasi. "Jadi, sosialisasi untuk pengunaan elpiji baru selesai kami lakukan pada tahun 2013 di Riau. Sehingga pada tahun ini, masih ada pertumbuhan penggunaan gas subsidi 3 kilogram dalam rangka optimalisasi penyaluran," katanya. Pertamina akhir tahun lalu atau Desember 2013 telah mengirimkan surat rekomendasi ke masing-masing kabupaten/kota di Riau untuk segera mengirimkan data terbaru mengenai penguna gas subsidi. "Kami sudah minta data terbaru mengenai penguna dan kebutuhan elpiji 3 kilogram tahun 2014, agar menjadi pertimbangan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memberikan kuota bagi Riau," ucap Donny. Dalam dua pekan terakhir, gas yang subsidi pemerintah itu sempat langka di masing-masing kabupaten/kota di Riau akibat beralih pengguna elpiji 12 kilogram ke 3 kilogram karena kenaikan harga gas nonsubsidi pada awal tahun 2014. "Akibat kenaikan elpiji 12 kilogram beberapa waktu lalu dari Rp100.000 menjadi Rp170.000 per tabung, harga gas melon tidak mau turun. Kini harganya bekisar antara Rp19.000 sampai Rp.20.000 per tabung di tingkat pedangang pengecer," ujar penjual sate padang dengan menggunakan becak, Anto. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026