Empat Terluka Dalam Bentrokan Antara Kelompok Politik

id Empat Terluka Dalam Bentrokan Antara Kelompok Politik

Pathum Thani, (Antara/TNA-0ANA) - Empat orang terluka dalam bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan aktivis Baju Merah pro-pemerintah di provinsi terpencil Pathum Thani, Jumat, kata polisi. Polisi mengatakan para anggota Komite Reformasi Rakyat Demokratik(PDRC) berpawai di jalan-jalan untuk mengundang orang bergabung pada aksi pelumpuhan Bangkok Senin ketika para pegiat Baju Merah saingan dari Front Persatuan untuk Demokrasi melawan Kediktatoran (UDD) mengintimidasi mereka. Para anggota PDRC beralih ke jalan lain karena diikuti oleh Baju Merah. Suara tembakan dan ledakan-ledakan terjadi, melukai empat orang. Polisi mengidentifikasi korban cedera sebagai Wasan Prasongskundee, 16, yang terluka di kaki kiri oleh kembang api raksasa, Sutiwat Thima, 45, ditembak dan sedikit terluka di dekat dahi, Prayad Narkpong, 36, ditembak di pantat kiri dan Vicharn Thaimanee, 49, mengalami cedera pada pergelangan kaki kanannya . Sutiwat diidentifikasi sebagai anggota Baju Merah sementara Prayad dan Vicharn anggota PDRC. Sementara itu, penjaga keamanan Mahasiswa anti-pemerintah dan Jaringan Reformasi Rakyat Thailand (SPNTR) ditahan polisi dan seorang pejabat militer karena menyerang rekan mereka di dekat Gedung Pemerintah Jumat. Sersan Pol Rasmee Klongdee, anggota Satuan Suppression di kantor polisi Mukdaharn, dan Sersan Noowaen Kumyarat, anggota Infanteri I pada Angkatan Darat, Batalyon Keempat, yang dituduh menyerang seorang penjaga SPNTR yang sedang bertugas di Orathai Bridge dekat Gedung Pemerintah. Seorang tersangka ketiga dilaporkan melarikan diri ke Gedung Pemerintah. Para pengunjuk rasa meminta polisi Nang Lerng untuk mengambil tindakan hukum terhadap para penyerang dan menangkap buronan yang tersisa. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.