Logo Header Antaranews Sumbar

Bom Bunuh Diri Tewaskan 13 Rekrutan Tentara Irak

Kamis, 9 Januari 2014 17:20 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Baghdad, (Antara/Reuters) - Seorang pelaku bom bunuh diri menewaskan 13 rekrutan tentara Irak dan melukai lebih dari 30 lagi di Baghdad pada Kamis. Seorang pria dengan rompi peledak memicu dirinya di tengah pemuda rekrutan di lapangan udara kecil Muthanna, yang digunakan tentara di ibukota Irak. Polisi sebelumnya menyebutkan korban tewas mencapai sembilan orang. Peristiwa itu terjadi hanya selang tiga hari rangkaian serangan bom di Baghdad, yang sedikit-dikitnya menewaskan 15 orang pada Minggu, kata sejumlah pejabat. Ketika itu, kelompok gerilyawan menguasai sebuah kota besar dan daerah lain di barat ibu kota Irak. Ledakan tiga bom mobil dan satu bom pinggir jalan di tiga daerah terpisah di Baghdad juga mencederai sedikitnya 40 orang. Pemboman itu berlangsung ketika gerilyawan menguasai kota Fallujah, 60 kilometer dari Baghdad, serta bagian-bagian kota Ramadi, sebelah barat ibu kota Irak tersebut. Provinsi Anbar selama beberapa hari terakhir dilanda kekerasan terburuk dalam beberapa tahun ini, menewaskan lebih dari 160 orang pada Jumat dan Sabtu saja. Polisi dan orang suku di kedua kota itu memerangi gerilyawan Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL), yang beroperasi baik di Irak maupun Suriah. Militan yang terkait dengan Alqaida itu menguasai daerah-daerah di Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, dan Fallujah, selama bentrokan beberapa hari yang terjadi setelah pasukan keamanan menghancurkan kamp protes Sunni Arab anti-pemerintah. Bentrokan meletus di daerah Ramadi pada Senin ketika pasukan keamanan menghancurkan kamp protes anti-pemerintah di sebuah jalan berdekatan. Kekerasan itu kemudian meluas ke Fallujah, dan penarikan pasukan keamanan dari kedua kota itu membuka jalan bagi militan ISIL untuk bergerak masuk. Protes meletus di daerah-daerah Sunni Arab di Irak pada Desember 2012 setelah penangkapan para pengawal menteri keuangan saat itu, Rafa al-Essawi, seorang Sunni Arab yang berpengaruh, atas tuduhan terorisme. Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa. Menurut data PBB, hampir 1.000 orang tewas pada Oktober dalam serangan di Irak. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026