
Pakar: Satu dari 18 Wanita Terkena Kanker Payudara

Pekanbaru, (ANTARA) - Spesialis bedah khusus bedah payudara, Dr. Ho Pey Woei MD FRCSEd, dari Rumah Sakit Mahkota Medical Centre, Malaysia mengatakan sekitar satu dari 18 wanita terkena kanker payudara dan penyakit ini jika tidak segera dideteksi bisa mengakibatkan kematian. "Kematian bisa menyerang penderita jika kanker payudara dalam status stadium lanjut yang dapat menyebar ke kelenjar getah bening, paru-paru, liver, tulang atau otak," katanya dalam rilisnya disampaikan Humas Kantor Perwakilan dan Informasi Mahkota Medical Centre Melaka, Malaysia, Cabang Pekanbaru, Yusnan, di Pekanbaru, Minggu. Ia mengatakan itu dalam rangkaian menyambut hari Kesadaran Kanker Payudara sedunia dan peringatan ini sekaligus mengingatkan perempuan agar bisa meningkatkan kesadaran umum mengenai kesehatan mereka. Menjadi seorang wanita memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker payudara dibandingkan dengan laki laki. Untuk 100 perempuan yang didiagnosis dengan kanker payudara, hanya ada 1 orang laki laki yang terkena kanker payudara. Sedangkan payudara terdiri dari kelenjar-kelenjar (lobules) untuk memproduksi susu dan saluran-saluran, jaringan ikat, jaringan lemak dan jaringan limfatik. Saluran payudara mengalirkan susu dari lobulus melalui puting. Menurut Dr. Ho Pey yang bekerja untuk Rumah Sakit Mahkota Medical Centre Melaka, Malaysia, pria bisa juga terkena kanker payudara, meskipun pada risiko yang lebih rendah. Kanker payudara berpotensi dapat disembuhkan bila diobati dan deteksi sejak awal. Ia menjelaskan, kanker disebabkan oleh sel sel yang membelah di dalam tubuh dan terus berkembang di luar kendali. "Sebuah benjolan kanker, akan tetapi, jika tidak diobati, akan terus tumbuh ke ukuran yang lebih besar dan memiliki potensi untuk menyebar ke bagian lain atau organ-organ di dalam tubuh," katanya. Keseriusan kanker, katanya lagi, tergantung pada ukuran tumor dan luasnya telah menyebar dalam tubuh. Namun demikian, sel-sel kanker payudara dapat timbul dari lobulus atau dari saluran-salurannya. Stadium dari kanker payudara pada presentasinya menentukan prediksi dari penyakitnya. "Resiko meningkatnya kanker payudara bersamaan dengan pertambahan usia dan wanita yang sudah terkena kanker payudara memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara yang lain," katanya. Selain itu wanita yang anggota keluarganya seperti ibu, saudara perempuan, bibi atau nenek dari pihak ibu atau ayah dengan kanker payudara memiliki peningkatan risiko terkena kanker payudara. Faktor resiko lainnya adalah perempuan yang memiliki awal menarche (menstruasi pertama) sebelum 12 tahun dan menopause yang terlambat (setelah 55 tahun), menggunakan pil hormone dengan jangka waktu yang lama. Wanita yang tidak pernah melahirkan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara. Wanita pasca-menopause dengan obesitas, wanita yang mengkonsumsi alkohol tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. "Karena itu waspadai gejala kanker payudara, yakni akan adanya keluhan atas terdapatnya benjolan payudara payudara, nyeri payudara atau pengeluaran cairan dari puting," katanya untuk sementara gejala-gejala ini mungkin bukan kanker, perlu diperiksa dan diselidiki. Beberapa pasien yang sehat dapat berkonsultasi dengan dokter karena hasil mamografi atau USG yang tidak lazim. Penampakan yang paling umum dari kanker payudara adalah suatu benjolan di payudara dan benjolan ini yang biasanya tidak ada rasa sakit. Pasien akan merasa sehat, makan dan tidur cukup baik. Akan tetapi, seorang dokter dapat menentukan jika benjolan itu adalah kanker dengan melalui pemeriksaan fisik, mammogram dan USG payudara. Contoh jaringan dari benjolan diperlukan untuk mengkonfirmasikan. Biopsi atau mengambil contoh jaringan adalah prosedur kecil, dapat dilakukan dengan menggunakan jarum di klinik pada hari yang sama.Pengobatan Pey mengatakan, pengobatan utama untuk kanker payudara adalah operasi guna menghilangkan kanker dengan bersih. Pasien dengan kanker kecil mempunyai pilihan untuk operasi konservasi payudara, yang berarti dia tidak perlu melakukan pengangkatan payudara keseluruhan ( mastectomy ). Untuk beberapa pasien pasien yang membutuhkan atau memilih mastectomy, ada beberapa pilihan rekonstruksi payudara. Pasien yang telah melakukan operasi payudara sudah dapat hidup secara normal melakukan kegiatan sehari-hari nya. "Operasi kanker payudara juga meliputi pembedahan kelenjar getah bening. Bagian penyebaran pertama dari kanker payudara adalah kelenjar getah bening pada ketiak," katanya kelenjar getah bening ini perlu dihilangkan selama operasi berlangsung untuk melihat apakah mereka terlibat pada kanker, dengan demikian dapat mengetahui tahap dari penyakit dan perlu untuk perawatan lebih lanjut. Setelah operasi, pasien akan membutuhkan kemoterapi, radioterapi/penyinaran, terapi tepat sasaran, terapi hormonal atau gabungan dari semua terapi yang ada. Tujuan dari perawatan lanjutan ini adalah untuk mengurangi resiko kembali nya atau menyebar nya penyakit. Untuk pasien yang terkena kanker stadium lanjut, kemoterapi sangat disarankan sebelum operasi, dengan harapan untuk mengecilkan ukuran dari tumor dan operasi dapat dilaksanakan. "Kanker payudara yang sudah menyebar/stadium lanjut tidak dapat disembuhkan maka dari itu operasi tidak diperlukan. Pengobatan untuk stadium 4 adalah untuk mengontrol gejala seperti sakit dan tidak sesak nafas," katanya. Ia menambahkan, tidak ada cara efektif untuk mencegah kanker payudara pada saat ini. Gaya hidup sehat adalah mendukung untuk dengan melakukan diet yang seimbang, olahraga teratur dan menghindari obesitas, wanita harus mengurangi asupan alkohol mereka, mempertimbangkan lagi risiko-manfaat pil hormon pada posting masa gejala menopause, berharap dapat mengurangi risiko kanker payudara. Selain itu, mammogram secara teratur adalah penting untuk mendeteksi secara awal perubahan-perubahan abnormal pada payudara. Wanita usia 40 tahun keatas disarankan untuk melakukan mammogram tahunan. Wanita yang lebih muda harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri bulanan, berkonsultasi dengan awal dengan dokter jika merasakan benjolan. Sementara kanker payudara tidak dapat dicegah, deteksi dini dan pengobatan awal dapat meningkatkan kelangsungan hidup. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
