
Gas Melon Kian Langka di Pekanbaru

Pekanbaru, (Antara) - Gas elpiji 3 kilogram disebut juga dengan gas melon dan merupakan bahan bakar gas yang disubsidi pemerintah sebagai pengganti minyak tanah, kini pasokannya kian langka di Pekanbaru. Dari pantauan Antara di beberapa titik penjualan gas melon seperti di tingkat pedangang pengecer dan tingkat pedangang sub agen di Pekanbaru, Selasa, dalam kondisi tidak menjual gas subsidi. Jika pun ada, maka harga jual gas melon tergolong tinggi di kisaran harga Rp18.000 sampai Rp20.000 per tabung dari harga normal Rp14.000 per tabung akibat kebijakan Pertamina gas nonsubsidi elpiji 12 kilogram terhitung mulai 1 Januari 2014. "Pengguna gas melon tidak hanya warga biasa atau kurang mampu, tetapi yang biasaya pengguna elpiji 12 kilogram juga mencari gas tabung warna hijau. Seperti kemarin sore, ada pembeli menggunakan mobil pribadi mencari elpiji 3 kilogram," kata sub agen Pertamina, Khusaini (55). Meski Khusaini mengetahui pembeli itu mampu, lanjutnya, namun sebagai pedagang dia tetap melayani dengan mengatakan gas melon tidak ada karena barang subsidi itu cepat habis dan ia jual dalam jumlah yang terbatas. "Kalau ada pun, kita cari dulu di wilayah yang kurang diminati seperti di Rumbai dengan harga yang tinggi. Kebetulan saya dapat di sana (Rumbai) kemarin sebayak 20 tabung untuk dijual ditempat kami," ucapnya. Dalam sehari sedikitnya seratusan orang pembeli gas melon yang ia tolak baik mengunakan sepeda motor, becak, sepeda dan penjalan kaki. "Barang yang mau dijual tidak ada, jadi kami mau bilang apa kalau memang tak ada," tegasnya. Ucok (45), pedagang yang mejual kebutuhan bahan pokok dan pengecer gas melon mengaku sulit untuk mendapatkan bahan bakar gas yang disubsidi pemerintah sejak sepekan terakhir. "Alhasil, saya tidak mejual gas itu. Kalau ada pembeli yang mencari gas melon, saya minta maaf karena tak bisa melayani mereka. Sebab, barang itu tak ada di pasaran," katanya. Senior Supervisor External Relation Marketing Operation Pertamina Region I Sumbagut Fitri Erika menyatakan, sub agen dan pengecer gas melon di luar lembaga resmi yang ditetapkan pihaknya. "Sehingga gas melon sub agen dan pedangang pengecer harganya sudah variatif. Kami siap menambah pasokan gas melon, jika ada kebutuhan seperti operasi pasar," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
