
Perdagangan Sumut-China 2013 Surplus

Medan, (Antara) - Neraca perdagangan Sumatera Utara dengan China pada 2013 masih surplus sebesar 267,032 juta dolar AS untuk Sumut meski produk negara tirai bambu tersebut semakin "membanjiri" pasar daerah ini. Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Ateng Hartono di Medan, Sabtu, menyebutkan pada 2013 hingga November, nilai ekspor Sumut ke China mencapai 1,103 miliar dolar AS, sementara impor Sumut dari negara itu 836,109 juta dolar AS. Surplus perdagangan Sumut-China itu tentunya menggembirakan karena sebelumnya ada kekhawatiran terjadi defisit mengingat barang impor asal China cukup banyak beredar di Sumut. Surplus itu semakin menggembirakan karena besaran kelebihan dalam neraca perdagangan Sumut-China tahun ini yang sebesar 267,032 juta dolar AS itu nyatanya lebih tinggi dari periode sama tahun 2012 yang masih 127,178 juta dolar AS. "Mudah-mudahan ekspor Sumut ke China bisa terus ditingkatkan dan sebaliknya impor bisa ditekan sehingga surpklus perdagangan semakin besar,"katanya. Menurut Ateng, ekspor Sumut ke China antara lain berupa minyak sawit mentah dan karet alam, sementara impor Sumut berupa pupuk, makanan/minuman dan buah-buahan. Ketua Dewan Minyak sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengakui China termasuk salah satu negara pengimpor terbesar minyak sawit Sumut maupun Indonesia secara keseluruhan. Selain China, pembeli minyak sawit mentah (CPO) Indonesia adalah India dan Eropa. "Agar surplus semakin besar, harusnya ekspor CPO ke China semakin didukung penuh pemerintah," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
