Logo Header Antaranews Sumbar

Kerry Bertemu Abbas untuk Dorong Kesepakatan Kerangka Kerja

Sabtu, 4 Januari 2014 09:48 WIB
Image Print

Ramallah, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry memulai pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Jumat malam (3/1), di Kota Ramallah, Tepi Barat, tempat rakyat berdemonstrasi guna menentang rencananya tentang kesepakatan kerangka kerja dengan Israel. Azzam El-Ahmad, seorang pejabat di Faksi Fatah, pimpinan Abbas, mengesampingkan kemungkinan Palestina akan menerima baik kesepakatan kerangka kerja tersebut, yang menetapkan garis besar kesepakatan yang lebih luas antara Israel dan Palestina pada masa depan. "Kerry akan mengakhiri kunjungannya tanpa kemajuan atau memperoleh persetujuan Palestina mengenai rencana perdamaiannya," kata El-Ahmad kepada stasiun berita satelit yang berpusat di Dubai, Al-Arabiya. Sejak kedatangannya di wilayah tersebut pada Kamis larut malam dan sampai keberangkatannya ke Amman, Jordanian, Sabtu, Kerry melakukan misi ulang-alik antara Ramallah dan Jerusalem, dan bertemu dengan para pejabat Palestina serta Israel. Kedua pihak telah menyelesaikan dua-pertiga dari masa sembilan bulan yang ditetapkan ketika perundingan dilanjutkan pada Juli. Palestina mengatakan mereka menahan diri untuk menyetujui gagasan keamanan Kerry, yang mereka katakan mensahkan visi Israel dan memberi Israel semacam kendali antara Tepi Barat dan Jordania, perbatasan timur masa depan Palestina. Kerry, Jumat pagi, mengatakan ia tetap "berharap" Israel dan Palestina dapat mencapai kesepakatan dalam waktu dekat, kata harian Israel, Ha'aretz. "Kedua pemimpin mengakui konsekuensi dari kegagalan," kata Kerry. Pada hari yang sama, ratusan orang Palestina berkumpul di pusat Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, setelah ada seruan dari Front Demokratik bagi Pembebasan Palestina (DFLP), anggota PLO, untuk memprotes rencana Kerry, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Pengunjuk-rasa mengibarkan bendera Palestina dan spanduk yang mengutuk rencana keamanan tersebut dan kesepakatan kerangka kerja sebagai upaya untuk melangkahi resolusi internasional. Ramzi Rabah, seorang pejabat DFLP, menyeru Abbas agar memberitahu Kerry bahwa Palestina menolak setiap kesepakatan peralihan, sementara atau yang memecah-belah. Polisi dikerahkan untuk mencegah pemrotes mencapai markas presiden Palestina. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026