
Pemkot Padang Panjang perpanjang pendaftaran SPMB hingga 4 Juli

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperpanjang masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMP hingga 4 Juli 2026 karena kuota pada sejumlah jalur penerimaan masih belum terpenuhi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang Nasrul mengatakan perpanjangan dilakukan setelah pihaknya menemukan kuota jalur domisili, prestasi, dan afirmasi di seluruh SMP negeri di daerah itu masih tersedia. Selain itu, masih terdapat orang tua yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran.
"Perpanjangan ini dilakukan karena dari data yang kami temukan, kuota jalur domisili, prestasi, dan afirmasi di seluruh SMP belum terpenuhi. Sehingga, kami kembali membuka SPMB Tahap II," katanya di Padang Panjang, Jumat.
Ia menjelaskan pada tahap kedua tersebut calon peserta didik masih dapat mendaftar melalui jalur domisili, prestasi, dan afirmasi sesuai kuota yang tersedia di masing-masing SMP negeri.
Khusus peserta jalur prestasi, kata dia, seleksi akan dilaksanakan pada Minggu (5/7) mulai pukul 08.00 WIB di sekolah tujuan.
Nasrul mengatakan pemerintah daerah juga akan memberikan pendampingan kepada masyarakat selama proses pendaftaran karena masih ada warga yang belum sepenuhnya memahami mekanisme SPMB.
"Kami membuka kembali kesempatan melalui Tahap II agar seluruh anak tetap memiliki peluang memperoleh bangku sekolah. Kami juga akan memberikan pendampingan kepada masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung," ujarnya.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan upaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan akibat kendala teknis maupun keterbatasan literasi digital.
Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang tidak boleh terhambat persoalan administratif maupun kendala teknologi.
"Kami tidak ingin ada satu pun anak di Padang Panjang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena belum memahami sistem pendaftaran atau terkendala proses teknis," katanya.
Ia meminta masyarakat memanfaatkan perpanjangan masa pendaftaran tersebut agar seluruh anak usia sekolah dapat memperoleh layanan pendidikan.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang Supriyanto mengapresiasi kebijakan pemerintah kota yang kembali membuka pendaftaran SPMB.
Menurut dia, pihaknya menerima berbagai keluhan masyarakat terkait kesulitan mengakses sistem, gangguan jaringan, hingga kendala server saat proses pendaftaran berlangsung.
"Kami mengapresiasi sikap cepat wali kota yang segera membuka pendaftaran tahap kedua. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena terkendala sistem atau kurang memahami proses pendaftaran," katanya.
Ia berharap pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun mendatang terus dievaluasi, termasuk melalui peningkatan sosialisasi, pendampingan kepada masyarakat, serta penguatan sistem digital agar proses penerimaan peserta didik berjalan lebih baik.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
