
Pemkot Padang Panjang Gandeng Akademisi Perkuat Sejarah dan Kebudayaan Daerah

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi, budayawan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun strategi penguatan sejarah dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun citra daerah serta mendorong sektor pariwisata.
Komitmen tersebut mengemuka dalam temu ramah bersama para narasumber Seminar Internasional Refleksi Satu Abad Gempa Kota Padang Panjang di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Ahad malam.
Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana penyusunan buku yang mengangkat sejarah perjalanan Kota Padang Panjang, termasuk peristiwa Gempa 1926, sebagai referensi sejarah dan media edukasi bagi masyarakat.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan peringatan satu abad Gempa 1926 menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan daerah melalui penguatan sektor sejarah, budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
"Dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan untuk bersama-sama memajukan Padang Panjang. Potensi yang kita miliki harus dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya.
Ia menilai Padang Panjang memiliki sejarah panjang sebagai kota pendidikan, budaya, dan religius yang perlu terus diperkuat melalui berbagai program pembangunan yang terarah.
"Kami berharap momentum Refleksi Satu Abad Gempa ini menjadi langkah besar untuk mengembalikan kejayaan Padang Panjang sebagai kota yang dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Sementara itu, akademisi dari Leiden University, Belanda, Suryadi, mengatakan sejarah Gempa Padang Panjang 1926 memiliki nilai edukasi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata sejarah dan kebencanaan.
"Peristiwa sejarah seperti satu abad gempa memiliki nilai edukasi dan daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata sejarah. Hal ini tentu akan menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke Padang Panjang," katanya.
Ia juga menyatakan kesiapan kalangan akademisi untuk memberikan dukungan pemikiran dalam merumuskan strategi pembangunan daerah yang berbasis sejarah dan kebudayaan.
Pemerintah Kota Padang Panjang berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, budayawan, dan masyarakat melalui seminar tersebut dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat identitas daerah sebagai kota sejarah, budaya, dan pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat. (Antara)
Pewarta: Rls
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
