
Kemenag-Dinsos PPPA Solok siapkan lima program tangani masalah sosial

Solok (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Solok, Sumatera Barat, menyiapkan lima program kolaborasi untuk menangani persoalan sosial sebagai penguatan layanan kepada masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Solok Amril di Solok, Selasa, mengatakan pihaknya dan Dinsos PPPA Kota Solok menyepakati lima ruang lingkup kerja sama yang dituangkan dalam dokumen nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama tersebut meliputi pencegahan pernikahan dini melalui optimalisasi peran Badan Penasehat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) serta Kantor Urusan Agama (KUA), termasuk pendampingan psikologis, sosial, dan pembinaan keagamaan bagi remaja yang mengajukan dispensasi nikah di Pengadilan Agama.
Selain itu keduanya bersinergi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui edukasi kesiapan mental, kesehatan reproduksi, dan pemenuhan gizi keluarga. Materi tersebut akan diintegrasikan dalam Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) serta Kursus Calon Pengantin (Suscatin) yang dilaksanakan Kemenag.
Kerja sama juga mencakup penguatan perlindungan perempuan dan anak melalui edukasi pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perundungan, dan kekerasan seksual, di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren, yang melibatkan tim Dinsos PPPA dengan dukungan pembinaan keagamaan dari Kemenag.
Pada bidang kesejahteraan sosial, kedua instansi juga melakukan sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data penerima bantuan keagamaan, seperti zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Kemenag bersama Baznas.
Kemenag juga mengoptimalkan peran penyuluh agama dan majelis taklim sebagai mitra pemerintah dalam menyosialisasikan berbagai program kesejahteraan sosial, literasi keuangan, serta penguatan ketahanan keluarga hingga ke tingkat masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
"Melalui sinergi ini, kami ingin memperkuat kolaborasi antara Kemenag dan Dinsos PPPA agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Persoalan seperti pernikahan dini, stunting, perlindungan perempuan dan anak, hingga penguatan ketahanan keluarga membutuhkan pendekatan yang komprehensif, baik dari sisi sosial maupun keagamaan," katanya.
Sementara itu Kepala Dinsos PPPA Kota Solok Milda Murniati mengatakan sinergi dengan Kemenag akan memperkuat efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat karena didukung oleh jaringan kelembagaan hingga tingkat kelurahan.
"Kami menyambut baik inisiatif ini karena persoalan sosial memerlukan penanganan yang terpadu," ujarnya.
Dengan dukungan Kemenag melalui penyuluh agama, KUA, dan berbagai lembaga keagamaan, ia optimistis upaya perlindungan perempuan dan anak, penurunan stunting, serta penguatan ketahanan keluarga semakin efektif dan menjangkau masyarakat secara luas.
Pewarta: Rahmatul Laila
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
