
Pemkab Pasaman Barat siapkan operasi pasar antispasi kenaikan kebutuhan pokok

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyiapkan operasi pasar dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat mengantisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax.
"Kita sudah menyusun jadwal operasi pasar sebanyak delapan kali di tempat berbeda untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga di bawah pasar. Apalagi saya ini harga BBM naik," kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pasaman Barat Agusli di Simpang Empat, Kamis.
Menurutnya dengan naiknya harga BBM pihaknya mengkhawatirkan naiknya sejumlah kebutuhan pokok yang ada.
"Untuk mengantisipasi itu maka pihaknya akan mengadakan operasi pasar nantinya. Kita berharap pedagang tidak menaikkan harga sembarangan," kata dia.
Pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk teknis operasi pasar yang akan dilakukan nanti. Selain itu juga dengan Dinas Ketahanan Pangan yang juga akan melakukan gelar pangan murah.
"Untuk operasi pasar kita akan siapkan beras, gula dan minyak. Harga yang diberikan tentu di bawah harga pasar dengan sistem subsidi," ujar dia.
Menurutnya pihaknya terus memantau harga kebutuhan pokok setiap hari, apalagi pascanaiknya BBM.
Dari pantauan di lapangan harga kebutuhan pokok, Kamis (11/6) relatif stabil dan belum ada kenaikan harga yang tinggi.
Dari hasil pantauan di sejumlah pasar harga beras IR 64 dan 63 Rp16 ribu per kilogram, beras jenis anak daro Rp16.500 per kilogram, beras Sokan Solok Rp18 ribu per kilogram dan beras SPHP Rp18 ribu per kilogram.
Harga cabai Rp40 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp40 ribu per kilogram, bawang merah Rp44 ribu per kilogram, gula pasir curah Rp18.900 per kilogram dan daging ayam ras Rp26 ribu per kilogram.
Lalu telur ayam ras Rp26 ribu per kilogram, daging sapi Rp150 ribu per kilogram dan ikan tongkol Rp35 ribu per kilogram.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
