Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam bersihkan 2,6 ton sampah di Pantai Tiku

Minggu, 7 Juni 2026 12:05 WIB
Image Print
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal sedang mengumpulkan sampah dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pantai Tiku, Sabtu (6/6/2026). ANTARA/HO/Humas Pemkab Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat berhasil membersihkan sebanyak 2,6 ton sampah di kawasan Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pada Sabtu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agam Japrizal di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan sampah yang terkumpul sekitar 2,6 ton atau satu kontainer.

"Sampah didominasi plastik makanan yang tersebar di kawasan objek wisata pantai tersebut," katanya.

Ia mengatakan sampah tersebut langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kecamatan Lubuk Basung.

Ke 2,6 ton sampah tersebut terkumpul saat gotong royong untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di pusatkan di Pantai Tiku, Sabtu (6/6).

"Ribuan peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri dan lainnya turun langsung membersihkan pesisir Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam," katanya.

Sementara Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, jutaan ton sampah dihasilkan setiap hari di Indonesia dan hanya sebagian yang dapat dikelola dengan baik.

Untuk itu, Pemkab Agam terus mendorong berbagai program lingkungan hidup yang berkelanjutan. Salah satunya penanganan persoalan lingkungan danau secara komprehensif, mulai dari pendangkalan, pencemaran hingga limbah rumah tangga.

Selain itu, Pemkab Agam juga memperkuat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah yang telah beroperasi di sejumlah nagari.

Menggalakkan program 3R atau Reduce (mengurangi), Reuse (penggunaan kembali) dan Recycle (daur ulang). Serta mendorong sekolah-sekolah menjadi sekolah Adiwiyata yang peduli dan berbudaya lingkungan.

“Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, dunia pendidikan, TNI, Polri, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Ia meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah, camat dan wali nagari agar menjadikan isu lingkungan hidup sebagai program kerja yang terencana dan berkelanjutan.

Termasuk dengan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk kegiatan pelestarian lingkungan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026