Logo Header Antaranews Sumbar

Menteri PKP: Program renovasi 21.000 rumah di Papua dimulai Mei 2026

Selasa, 28 April 2026 10:42 WIB
Image Print
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat melakukan kunjungan ke Kota Sorong, Senin (27/4/2026) (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

Sorong (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan program renovasi 21.000 rumah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di seluruh Tanah Papua mulai dilaksanakan pada Mei 2026.

Menurut dia, program yang menyasar enam provinsi di Papua dan mencakup 42 kabupaten/kota itu akan meningkatkan kualitas hunian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mohon dukungan semua kepala daerah. Program ini akan menggerakkan ekonomi, tenaga kerja, toko bangunan, semen, pasir, genteng dan lainnya,” ujar Menteri PKP Maruarar saat kunjungan kerja di Kota Sorong, Selasa.

Menurut dia, program renovasi rumah tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tetapi juga memiliki efek berganda terhadap perekonomian lokal, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas usaha sektor konstruksi.

Selain renovasi rumah, pemerintah juga akan melakukan penataan di tiga kawasan kumuh di Papua serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung pembiayaan masyarakat.

Namun demikian Menteri Maruarar menyoroti masih belum optimalnya pelaksanaan kebijakan pemerintah terkait pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis bagi MBR di sejumlah daerah, termasuk di Papua Barat Daya.

“Katanya wali kota akan keluarkan kebijakan BPHTB dan PBG gratis mulai besok. Walaupun terlambat, tidak apa-apa daripada tidak sama sekali,” katanya.

Selama tiga hari kunjungan di Sorong, ia mengaku menerima banyak laporan masyarakat terkait kondisi rumah yang memprihatinkan, khususnya di kawasan pesisir.

Bersama pemerintah daerah dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pihaknya menemukan masih banyak rumah tidak layak huni yang belum tersentuh program bantuan selama puluhan tahun.

“Ada yang sudah 30 tahun belum pernah mendapat bantuan. Ini tidak boleh dibiarkan. Presiden ingin negara hadir di tempat orang miskin, di rumah yang tidak layak huni,” ujarnya.

Ia menegaskan pelaksanaan program renovasi rumah tersebut akan mengacu pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) guna memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu Menteri PKP Maruarar juga mengapresiasi peran Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam penyaluran KUR Perumahan yang dinilai menunjukkan komitmen dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan bagi masyarakat kecil.

“Serapan KUR Perumahan sangat tinggi meski tahun ini baru berjalan beberapa bulan. Ini bukti keberpihakan kepada rakyat kecil,” katanya.

Ia berharap program tersebut dapat berjalan lancar dan memberi dampak nyata, baik dalam peningkatan kualitas hunian masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Maruarar: Program renovasi 21.000 rumah di Papua dimulai Mei 2026



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026