Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bekerja sama dengan Menkes bangun rumah sakit

id Menhan,Sinergi Menhan Menkes, Pembangunan RS Kawasan Konflik, TNI Untuk Kesehatan, Ketahanan Kesehatan Nasional, Papua Sehat, Nota Kesepahaman,

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bekerja sama dengan Menkes bangun rumah sakit

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (kiri) di kantor Kementerian Pertahanan, Selasa (22/7/2025) (ANTARA/Walda Marison)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan TNI akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk membangun 14 rumah sakit di kawasan rawan konflik, salah satunya di Papua.

Kerja sama itu dipastikan terjadi setelah Sjafrie dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menandatangani nota kesepahaman di gedung Kementerian Pertahanan, Selasa.

"Ini ditujukan agar pelaksanaan pembangunan itu bisa aman dan tercapai sesuai dengan tujuannya," kata Sjafrie saat ditemui di gedung Kemenhan, Jakarta Pusat, Selasa.

Sjafrie mengatakan, pihaknya akan mendukung dari segi pembangunan lewat pasukan Zeni. Tidak hanya itu, TNI juga akan mengerahkan tenaga kesehatannya untuk bertugas di 14 rumah sakit tersebut.

Selama proses pembangunan, TNI juga akan mengerahkan pasukan untuk menjaga dari serangan kelompok-kelompok separatis tertentu.

Sjafrie memastikan, pembangunan akan berlangsung pada 2026 mendatang.

Di saat yang sama, Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh TNI melalui Kementerian Pertahanan.

Menurut dia, TNI sangat membantu karena memiliki fasilitas pembangunan yang lengkap, jumlah personel yang banyak hingga standar pengamanan yang tinggi.

Budi yakin proses pembangunan akan berjalan dengan lancar jika didampingi oleh TNI.

"Karena dengan demikian keamanannya akan lebih rapih," kata Budi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhan bekerja sama dengan Menkes bangun 14 rumah sakit

Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.