Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Umumkan Pemenang Lelang Tujuh Blok Migas

Kamis, 19 Desember 2013 16:35 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Pemerintah mengumumkan pemenang lelang pada tujuh blok minyak dan gas yang ditawarkan pada periode 2012 hingga 2013. Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro saat mengumumkan pemenang lelang di Jakarta, Kamis mengatakan, ketujuh blok tersebut terdiri dari dua yang dilelang melalui mekanisme reguler dan lima lainnya penawaran langsung. "Total komitmen pasti eksplorasi selama tiga tahun pertama ketujuh blok sebesar 154,78 juta dolar dengan 'signature bonus' yang akan diterima langsung pemerintah sembilan juta dolar," ujarnya. Pemenang lelang reguler yang masuk putaran kedua 2012 itu adalah PT Tansri Madjid Energi untuk Blok Bengara II dan PT Equator Energy di Blok Seringapatam I. Menurut Edy, lelang reguler putaran kedua 2012 yang berlangsung 19 Oktober 2012-19 Februari 2013, menawarkan tujuh blok dengan 19 dokumen penawaran terjual. Sebanyak empat dari tujuh blok yakni Bengara II, North East Sepanjang, Seringapatam I, dan Seringapatam II diminati investor. Sedangkan, tiga lainnya tidak diminati yaitu West Asri, Masalima, dan Wanapiri. Sedangkan, pemenang lelang penawaran langsung putaran pertama 2013 adalah Konsorsium Bukit Energy Palmerah Baru Pte Ltd-New Zealand Oil And Gas Ltd-PT SNP Indonesia di Blok Palmerah Baru. Lalu, Konsorsium Krisenergy (Sakti) BV-PT Golden Heaven Jaya untuk Blok Sakti, Golden Code Commercial Ltd di North East Madura VI, Husky Energy International Corporation di Anugerah, dan PT Innovare Gas di East Bontang. Periode lelang penawaran langsung putaran pertama 2013 berlangsung 16 September-31 Oktober 2013. Jumlah wilayah kerja yang ditawarkan ada 16 wilayah kerja. Sebanyak 22 dokumen penawaran terbeli untuk enam blok yakni Palmerah Baru, Sakti, Anugerah, North East Madura VI, East Bontang, dan Merauke. Sedangkan sisanya 10 blok yang tidak diminati yaitu North Madura II, North Adang, South Sulawesi I, South Sulawesi II, South East Sulawesi I, South East Sulawesi II, West Abadi, Yamdena, South Aru, dan Birds Head. Menurut Edy, Blok Merauke yang diusulkan PT Energy Partners Merauke tidak dilakukan evaluasi penilaian dikarenakan adanya surat pernyataan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk perihal pengecekan statement letter. Ia menduga keengganan investor penawaran langsung dikarenakan kepastian data, skema pembiayaan, atau perubahan orientasi bisnisnya. "Padahal, kalau masuk penawaran langsung, pasti ada potensinya. Namun, kalau kemudian mereka tidak ikut, itu hak mereka," katanya. Sementara, lanjutnya, iklim investasi di Indonesia masih cukup menarik. Blok penawaran langsung yang tidak diminati selanjutnya berstatus terbuka untuk dilelang kembali baik secara reguler atau penawaran langsung. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026