
Myanmar Belajar Demokrasi di Indonesia

Jakarta, (Antara) - Myanmar ingin belajar proses demokrasi di Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan kesatuan bangsa dan rekonsiliasi nasional negara ASEAN tersebut. "Indonesia adalah negara yang sukses bertransformasi menjadi negara demokrasi. Kami menjadikan Indonesia sebagai contoh negara yang berhasil melaksanakan demokrasi," kata Ketua Parlemen Myanmar Thura U Shwe Mann di Kantor Wapres Jakarta, Rabu. Hal tersebut disampaikan saat dirinya melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Presiden Boediono. Menurutnya, Myanmar sedang berusaha mewujudkan kesatuan bangsa dan rekonsisiliasi nasional. Upaya untuk melaksanakan rekonsiliasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan parlemen guna terciptanya perdamaian di Myanmar. "Kami tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun demokrasi," ujar Shwe Mann. Dijelaskan bahwa seperti di Indonesia, Myanmar juga punya banyak partai politik. "Kami memiliki 17 partai politik. Dan kami menyadari bahwa tidak mudah mewujudkan demokrasi. Tetapi hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk mewujudkannya. Kami juga yakin Indonesia akan terus mendukung kami," ucapnya. Wapres Boediono mengatakan proses demokrasi Indonesia mencapai momentum 15 tahun yang lalu. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia berjalan setelah proses penyatuan bangsa, mengingat Indonesia adalah negeri yang beragam etnik dan memiliki 400 bahasa yang berbeda. Shwe Mann sependapat dengan Wapres tentang pentingnya semua pihak yang mendukung pelaksanaan demokrasi. "Tidak hanya legislatif, eksuktif dan yudikatif saja. Tapi juga semua warga negara," kata Shwe Mann. Indonesia, lanjutnya, tidak hanya sukses dalam melaksanakan demokrasi, tetapi juga sukses melakukan reformasi di berbagai bidang. Ia pun ingin mempelajari demokrasi untuk masyarakat madani. Menurut Boediono, saat diputuskan akan memilih jalur demokrasi, maka banyak pendekatan dilakukan kepada mereka yang tidak setuju. "Perubahan konstitusi dilakukan bersama, dibicarakan yang mana yang akan diperbaiki," kata Wapres. Saat ini, dikatakan Wapres, Indonesia memiliki konstitusi baru yang telah diamandemen setahap demi setahap. Wapres juga menyampaikan ucapan selamat kepada Myanmar yang akan menjadi keketuaan ASEAN pada tahun 2014. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
