
Polisi pertahankan rekayasa arus jaga kelancaran jalur Sumbar-Riau

Sarilamak (ANTARA) - Kepolisian Resor Lima Puluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar) mempertahankan rekayasa arus lalu lintas di Kelok Sembilan hingga Rabu (25/3) demi menjaga kelancaran arus Sumbar dengan Riau.
"Rekayasa arus lalu tetap kami berlakukan sampai hari ini meskipun arus balik Lebaran sudah mulai menurun," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lima Puluh Kota Iptu Zarwiko di Sarilamak, Rabu.
Ia mengatakan rekayasa yang dilakukan adalah mengalihkan arus kendaraan yang datang dari arah Sumbar menuju Riau ke jalan Kelok Sembilan yang lama.
Sementara itu bagi kendaraan yang datang dari arah Riau menuju Sumbar tetap melewati jembatan layang (Fly over) Kelok Sembilan yang membentang 943 meter.
"Penerapan terus kami lakukan sampai malam ini demi mengantisipasi kepadatan arus yang bisa menyebabkan kemacetan," katanya.
Ia mengatakan selain masih fokus terhadap arus balik Lebaran, Polres Lima Puluh Kota juga membagi fokus pada kendaraan kepentingan wisata.
Untuk diketahui kabupaten tersebut memiliki banyak destinasi wisata unggulan seperti Kapalo Bonda, dan Lembah Harau yang ramai dikunjungi.
"Kami tetap lakukan antisipasi karena pertemuan kendaraan arus balik dengan kendaraan kepentingan wisata bisa berpotensi menimbulkan kepadatan," katanya.
Lebih lanjut Zarwiko menjelaskan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Kelok Sembilan sudah dilakukan Kepolisian sejak Minggu (22/3) untuk menjaga kelancaran arus balik Lebaran.
Puncak arus balik di kawasan setempat yang merupakan penghubung antara Sumbar-Riau terjadi pada Senin dan Selasa (24/3).
"Puncaknya terjadi pada Senin hingga Selasa malam. Terjadi kepadatan arus namun lancar, tidak ada penumpukan atau kemacetan," jelasnya.
Ia mengatakan untuk mengawal kelancaran arus lalu lintas Sumbar-Riau personel di Polres Lima Puluh Kota bertahan sejak pagi hingga lewat tengah malam pada Senin dan Selasa.
Pewarta: Fathul Abdi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
