
Polisi pastikan jalur alternatif rawan longsor tidak dibuka

Bukittinggi (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat memastikan jalur alternatif rawan longsor di Jalan Malalak- Sicincin tidak dibuka untuk umum selama libur Lebaran 1447 Hijriah.
"Jalur Malalak tidak kita sarankan dilewati, sudah ada peringatan diberikan. Namun masih saja ada pengemudi yang menerobos tidak terpantau petugas," kata Kasatlantas Polresta Bukittinggi AKP Muhammad Irsyad Fatur, Senin (23/3).
Ia mengatakan Jalan Malalak termasuk daerah terlanda bencana hidrometeorologi di November 2025 hingga mengalami banyak kerusakan.
Selain itu saat kondisi hujan, daerah ini sangat rawan mengalami longsoran dan terban dari sisa bukit-bukit yang berada hampir di sepanjang Jalan Malalak Kabupaten Agam menuju Sicincin Kabupaten Padang Pariaman.
"Dari Hutama Karya Infrastruktur (HKI) juga belum merekomendasikan jalur Malalak sebagai jalur alternatif, lokasi tanah masih labil dan sering terjadi longsor sehingga beresiko untuk dilalui kendaraan," katanya.
Ia meminta pengendara dari arah Bukittinggi atau Padang untuk tetap mematuhi arahan petugas lalu lintas selama libur lebaran agar tidak terjebak di jalur rawan bencana.
"Patuhi sistem one way yang diberlakukan saat ini hanya di jalan via Lembah Anai Padang Panjang, hindari jalan Malalak sementara waktu," katanya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Jalur Malalak merupakan jalan alternatif penghubung Kota Padang menuju Kota Bukittinggi yang selalu ramai kendaraan saat libur Lebaran.
Sebagai solusi pilihan untuk menghindari penumpukan arus, Satlantas merekomendasikan jalur alternatif lain selain Jalan Malalak.
"Jalur alternatif lainnya menuju Kota Padang yang disarankan melalui jalur Matur (Agam-Padang Pariaman) maupun ke Danau Singkarak (Solok-Sitinjau)," sebutnya.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
