Logo Header Antaranews Sumbar

Gloria bertekad juarai German Open setelah dua kali jadi runner-up

Sabtu, 28 Februari 2026 06:54 WIB
Image Print
Arsip Foto - Pebulu tangkis Indonesia Gloria Emanuelle Widjaja (kiri) mengusap wajahnya usai gagal mencetak poin bersama rekannya asal Singapura Hee Yong Kai Terry saat melawan pebulu tangkis ganda campuran Malaysia Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei pada babak delapan besar Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Gloria/Hee gagal melaju ke babak semi final usai kalah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 19-21. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis Indonesia Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya menjuarai German Open 2026 bersama wakil Singapura Hee Yong Kai Terry setelah dua kali hanya mampu finis sebagai runner-up pada edisi sebelumnya.

Gloria tercatat menjadi finalis pada 2019 bersama Hafiz Faizal dan kembali mencapai partai puncak pada 2025 saat berpasangan dengan Rehan Naufal Kusharjanto.

“Kami ingin melangkah step by step. Tapi karena minggu ini sudah sampai di tahap ini, pasti ada keinginan untuk bisa ke final. Kalau bisa tentu ingin menjadi juara,” kata Gloria dalam keterangan resmi PP PBSI seusai memastikan tiket semifinal di Westenergie Sporthalle, Sabtu dini hari WIB.

Gloria/Terry melangkah ke empat besar setelah mengalahkan unggulan kelima asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dua gim langsung 21-17, 21-13.

Kemenangan tersebut menjadi momentum penting, khususnya bagi Gloria yang mengaku memiliki dorongan tambahan karena belum berhasil meraih gelar di turnamen level Super 300 tersebut.

“Apalagi saya sudah dua kali menjadi runner-up di German Open. Semoga tahun ini bersama Terry bisa mendapat hasil terbaik. Tapi kami tetap fokus satu pertandingan demi satu pertandingan,” ujarnya.

Pada laga perempat final, Gloria mengungkapkan ketenangan dan kemampuan mengontrol tempo menjadi kunci kemenangan. Ia menyebut Terry tampil lebih terkendali dibanding pertandingan sebelumnya.

“Kuncinya mungkin ketenangan. Hari ini kami benar-benar bisa lebih calm di lapangan. Kami juga tidak tergesa-gesa dan bisa mengontrol tempo dengan lebih baik,” kata dia.

Terry pun menegaskan aspek non-teknis menjadi kunci permainan mereka. “Kalau bisa enjoy di lapangan dan mengontrol emosi, saya bisa lebih tenang di court. Itu faktor yang paling penting,” ujarnya.

Pada semifinal, Gloria/Terry akan menghadapi unggulan kedelapan asal Denmark Mads Vestergaard/Christine Busch yang lolos setelah mengalahkan wakil Skotlandia Alexander Dunn/Julie Macpherson dengan skor 21-11, 21-18.

“Untuk besok tentu harus lebih tenang lagi. Setiap masuk lapangan pasti ingin menang, tapi yang paling penting adalah menikmati dulu proses permainannya. Kalau prosesnya sudah benar, hasil biasanya akan mengikuti,” kata Terry.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026