
Padang Panjang Peringkat Dua Nasional kegemaran membaca

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat mengapresiasi peran guru, pustakawan, komunitas literasi, serta generasi muda yang terus menjaga semangat membaca di daerah itu.
Tingginya kegemaran membaca mengantarkan Kota Padang Panjang meraih peringkat dua nasional dalam Indeks Kegemaran Membaca dari 512 daerah di Indonesia. Dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), daerah itu juga mencatatkan nilai 30,74, tertinggi di Sumatera Barat.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merilis nilai kegemaran membaca Kota Padang Panjang sebesar 70,99, berada di bawah Kota Surabaya yang memperoleh nilai 79,42. Capaian tersebut melonjak empat peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi keenam.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Januardi, menyebutkan prestasi itu merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Capaian ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi buah dari kebiasaan membaca yang terus tumbuh di sekolah, keluarga, dan ruang-ruang publik,” katanya, Rabu.
Ia menjelaskan, di sekolah-sekolah Pojok Baca menjadi ruang favorit siswa. Perpustakaan kelurahan kembali diaktifkan, sementara di perpustakaan daerah mahasiswa dan peneliti memanfaatkan layanan referensi, serta anak-anak mengikuti kegiatan mendongeng.
Menurutnya, literasi di Padang Panjang tumbuh sebagai budaya, bukan sekadar program. Ke depan, penguatan literasi digital dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial akan terus diperluas guna memperkuat ekosistem literasi masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Padang Panjang membuktikan kota kecil mampu menorehkan prestasi nasional melalui kebiasaan sederhana membaca setiap hari. (*)
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
