Logo Header Antaranews Sumbar

MBG serap hampir satu juta tenaga kerja lewat dapur SPPG

Minggu, 15 Februari 2026 14:34 WIB
Image Print
Petugas menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Dapur SPPG yang dibangun di atas lahan seluas 900 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi tersebut memiliki berbagai fasilitas seperti filter air, hydro reverse osmosis untuk pemurnian air, food tray streamer electric sehingga mampu melayani hingga 2.987 penerima manfaat yang diharapkan menjadi contoh pengelolaan layanan gizi yang tujuan utamanya meningkatkan status gizi anak-anak dan meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah seiring bertambahnya jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan setiap satu dapur SPPG membutuhkan sekitar 47 relawan untuk operasional pelayanan makanan bergizi.

Dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai sekitar 21.000 unit, program tersebut diperkirakan menyerap sedikitnya 987.000 tenaga kerja secara langsung di dapur MBG di seluruh Indonesia.

Selain tenaga kerja langsung, program tersebut juga mendorong penyerapan tenaga kerja tidak langsung melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memasok bahan pangan ke SPPG.

Berdasarkan hasil pendalaman tim investigasi, UMKM seperti produsen tahu, tempe, telur asin, dan sayuran rata-rata membutuhkan tambahan tiga hingga lima pekerja agar mampu memenuhi kebutuhan dapur MBG.

Ia menjelaskan dengan rata-rata 15 pemasok pada setiap SPPG dan jumlah dapur yang telah mencapai sekitar 22.000 unit, program tersebut dinilai mampu menggerakkan sekitar 40.000 UMKM serta menyerap hingga tiga sampai empat juta tenaga kerja secara tidak langsung.

Adapun anggaran senilai Rp15.000 per porsi untuk MBG juga dinilai urut memberikan dampak ekonomi yang luas karena menggerakkan rantai pasok pangan di tingkat lokal sekaligus membuka peluang kerja baru.

Nanik menilai dengan begitu melalui program MBG dapat memastikan tidak ada anak Indonesia yang kekurangan akses pangan bergizi serta dirancang dalam bentuk penyediaan makanan langsung guna menjamin manfaatnya tepat sasaran dan mendukung perbaikan gizi anak.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026