Jakarta (ANTARA) - Sebuah unggahan di Facebook mengeklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sepakat menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dari Rp11.000 menjadi Rp7.000 per liter.
Unggahan itu juga menyebut Purbaya menilai harga Rp7.000 per liter sudah memberi keuntungan sangat besar sehingga penurunan dilakukan agar masyarakat tidak terbebani.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO DAN PURBAYA SEPAKAT AKAN MENURUNKAN HARGA BBM 11.000 MENJADI 7.000 PERLITER DIWAKTU DEKAT.!!”
Unggahan tersebut disertai narasi:
“bapak Presiden Republik Indonesia dan menteri keuangan Menku Purbaya sepakat untuk menurunkan harga BBM menjadi 7 000 per liter. menurut Purbaya harga BBM 7000 per liter sudah memiliki keuntungan yang sangat besar. diturunkannya harga BBM ini untuk tidak terlalu membebani masyarakat dan disetujui oleh presiden Prabowo Subianto.!!”
Namun, benarkah Prabowo dan Purbaya sepakat BBM jadi Rp7000 perliter?

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah maupun Kementerian Keuangan yang membenarkan kesepakatan penurunan harga BBM menjadi Rp7.000 per liter, serta tidak ada keterangan resmi dari Purbaya terkait klaim untung sangat besar tersebut.
Hingga saat ini, harga BBM masih mengacu pada ketetapan badan usaha penyedia BBM, termasuk Pertamina, yang per 1 Januari 2026 menyesuaikan beberapa jenis BBM non-subsidi, misalnya Pertamax di DKI Jakarta menjadi Rp12.350 per liter dari Rp12.750 per liter pada Desember 2025.
Sementara BBM bersubsidi seperti Solar Subsidi dan Pertalite tidak berubah, masing-masing tetap Rp6.800 per liter dan Rp10.000 per liter.
Dengan demikian, klaim bahwa Prabowo dan Purbaya sepakat menurunkan harga BBM menjadi Rp7.000 per liter tidak berdasar.
Klaim: Prabowo dan Purbaya sepakat BBM jadi Rp7.000 perliter
Rating: Hoaks
