Logo Header Antaranews Sumbar

Menko PMK: Huntara bagian penting agar penyintas tak begitu lama di pengungsian

Sabtu, 24 Januari 2026 17:59 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Benni Warlis dan lainnya sedang memotong pita peresmian hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Senin (24/2/2025). ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan hunian sementara (Huntara) bagian sangat penting, agar penyintas tidak begitu lama tinggal di lokasi pengungsian pascabencana melanda daerah mereka.

"Hunian sementara ini bagian sangat penting supaya penyintas tidak begitu lama tinggal di pengungsian," kata Pratikno di Lubuk Basung usai peresmian 117 hunian sementara di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (24/1).

Peresmian hunian sementara di Agam juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Benni Warlis dan lainnya.

Ia mengatakan pembangunan hunian sementara sedang dilakukan dibanyak tempat di beberapa kabupaten untuk dihuni masyarakat dari pengungsi ke hunian sementara.

Pembangunan hunian sementara tersebut ada yang sudah selesai dan telah ditempati penyintas bencana.

Kemudian mereka hidup sebagai keluarga lebih normal menjelang proses pembangunan hunian tetap.

"Hunian sementara sudah banyak dibangun dan ada sebagian penyintas sudah kembali ke rumah masing-masing," katanya .

Ia menambahkan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Ketua Tim Pengarah Satgas itu, Menko PMK, Menko lainnya, Panglima TNI, Kapolri dan Menteri Keuangan.

Kemudian Ketua Pelaksana Satgas dipimpin Mendagri dan bidang-bidang diketuai oleh menteri dan kepala lembaga yang tugasnya melakukan percepatan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi secepat-cepatnya dengan mandat membangun lebih baik yang dimulai dari infrastruktur, karena banyak sekali jalan dan jembatan yang harus diperbaiki.

Termasuk pemulihan jaringan listrik, bahan bakar minyak, banyak lahan pertanian yang rusak, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pasar.

"Kita menginginkan masyarakat menempati rumahnya masing-masing masing, tetapi menginginkan ekonomi mereka juga lebih baik. Hunian tetap terus dalam proses percepatan secara bersamaan pemulihan ekonomi," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026