Lubuk Basung (ANTARA) - Penyintas bencana banjir bandang dan longsor di lokasi pengungsian dan hunian sementara SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memperoleh layanan kesehatan gratis hingga saat ini.
Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan dan pengobatan gratis yang dilakukan oleh Puskesmas Koto Alam, Nagari Salareh Aia, Palembayan.
Pelayanan kesehatan itu telah dilakukan sejak hari kedua terjadinya bencana selama dilokasi pengungsian dengan mendirikan posko layanan kesehatan.
"Alhamdulillah kita terlayani dengan baik sejak satu hari setelah bencana pada 28 November 2025 hingga saat ini," kata salah seorang warga terdampak Yunizar (70) usai memeriksakan kesehatannya di pos layanan kesehatan SDN 05 Kayu Pasak, Sabtu.
Dia rutin memeriksakan kesehatan minimal satu kali seminggu tergantung kondisi tubuhnya.
Selain itu tenaga medis juga rutin melakukan cek kesehatan langsung ke ruang kelas SDN 05 Kayu Pasak.
Kepala Puskesmas Koto Alam Nagari Salareh Aia Yelmita Juwarnis di pos layanan kesehatan, Sabtu, mengatakan dalam pelayanan kesehatan gratis pihaknya menurunkan dokter, perawat dan bidan serta dilengkapi dengan obat-obatan.
"Minimal setiap harinya ada lima orang petugas yang memberikan layanan kesehatan gratis di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak," katanya.
Dia memastikan ketersediaan obat-obat hingga saat ini serta dilengkapi dengan vitamin.
"Di masa rehabilitasi ini rata-rata pasien yang berobat 20 sampai 30 orang. Jika ada penyakit diberikan obat dan vitamin. Rata-rata penyakit yang di derita warga adalah demam dan batuk," sebutnya.
Pihaknya juga memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan menyediakan dua unit ambulan.
"Di puskesmas saat ini warga yang berobat setiap harinya mencapai 50 orang. Jika dibandingkan satu bulan setelah kejadian bencana 27 November 2025 pasien rata-rata 100 orang lebih setiap harinya," kata dia.
Dia menambahkan posko layanan kesehatan di lokasi pengungsian akan dibuka sesuai kebutuhan masyarakat hingga huntara bisa ditempati.
Namun pelayanan di Puskesmas Koto Alam tetap dilakukan dengan kesiapan tenaga medis dan obat-obatan.
Penyintas yang masih mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak hingga saat ini mencapai 117 kepala keluarga dan akan menempati huntara di dekat lokasi itu mulai Sabtu (24/1) ini.
Banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam, Kamis (27/11). mengakibatkan warga meninggal dunia 166 orang, hilang 36 orang, rumah rusak 2.284 unit, sekolah terdampak 121 unit dan fasilitas lainnya.
Kerugian dampak bencana melanda 16 kecamatan tersebut sekitar Rp6,51 triliun.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penyintas bencana di Agam peroleh layanan kesehatan di pengungsian
