
Tinggi Gelombang Perairan Lampung 2,0--3,5 Meter

Bandarlampung, (Antara) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Lampung memprakirakan sejak Sabtu hingga Minggu (8/12) pagi, kondisi gelombang di Samudra Hindia wilayah barat Lampung dan sekitarnya maksimum mencapai 2,0--3,5 meter. BMKG melalui prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Rifki Arief, di Bandarlampung, Sabtu, menyampaikan tidak ada cuaca buruk di perairan tersebut. Ia menyampaikan, kondisi cuaca di Samudra Hindia barat Lampung, angin berembus dari barat daya ke barat dengan kecepatan 10--15 knot, kondisi hujan, tinggi gelombang laut antara 1,25--2,0 meter, prakiraan tinggi gelombang maksimum 2,0--3,5 meter. Cuaca di perairan pantai barat Lampung, angin berembus dari barat daya ke barat dengan kecepatan 5--10 knot, cuaca hujan, tinggi gelombang laut antara 0,75--1,5 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,5--3,0 meter. Pada perairan pantai timur Lampung, angin berembus dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 5--10 knot, kondisi hujan, tinggi gelombang laut antara 0,5--0,75 meter, dan prakiraan tinggi gelombang laut maksimum mencapai 0,75--1,5 meter. Sementara cuaca di Selat Sunda bagian utara (Merak-Bakauheni) ditandai angin yang berembus dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 5--10 knot, kondisi hujan, tinggi gelombang laut antara 0,5--1,25 meter, prakiraan tinggi gelombang maksimum mencapai 1,25--1,5 meter. Rifki menyebutkan, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda, angin berembus dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 5--15 knot, cuaca hujan, tinggi gelombang laut 0,75--1,5 meter, dan tinggi gelombang maksimum 1,5--3,0 meter. Keadaan cuaca di wilayah perairan Lampung diperkirakan hujan. Angin di atas wilayah perairan Indonesia, di utara Khatulistiwa umumnya bertiup dari utara sampai timur laut dan di selatan Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah tenggara sampai barat dengan kecepatan antara 3 sampai 30 knot. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
