IKLA Rokan Hilir bantu korban bencana di Agam

id IKLA Rokan Hilir,bencana di Agam,Kabupaten Agam,Agam, Sumatera Barat

IKLA Rokan Hilir bantu korban bencana di Agam

Ketua IKLA Riau Muhammad Hanafi didampingi pengurus lainnya menyerahkan bantuan kepada Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Agam Yunilson di Posko Tanggap Darurat Kabupaten Agam di Kantor Camat Banuhampu, Rabu (24/12). Dok ANTARA/HO/Humas DPRD Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok dan dana Rp17,1 juta kepada korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu.

Bantuan tersebut langsung diserahkan Ketua IKLA Riau Muhammad Hanafi kepada Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Agam Yunilson di Posko Tanggap Darurat Kabupaten Agam di Kantor Camat Banuhampu, Rabu (24/12).

"Bantuan yang diserahkan ini untuk meringankan beban dari masyarakat," kata Muhammad Hanafi yang juga anggota DPRD Agam di Lubuk Basung, Rabu

Ia mengatakan IKLA Rokan Hilir mengirimkan paket bantuan logistik berupa satu ton beras, 100 dus mie instan dan uang tunai sebesar Rp17,1 juta.

Bantuan ini merupakan inisiatif murni dari para perantau di Rokan Hilir yang merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara mereka di kampung halaman.

Ini bentuk solidaritas para perantau terhadap kampung halaman yang sedang mendapatkan musibah bencana tanah longsor, banjir, banjir bandang dan lainnya.

"Apa yang dirasakan oleh warga di Agam, juga dirasakan oleh kami di perantauan. Jarak boleh jauh, namun ikatan batin antara ranah dan rantau tidak akan pernah terputus," katanya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Agam Yunilson menambahkan atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian para perantau.

Bantuan ini akan segera didistribusikan kepada pihak yang paling membutuhkan melalui koordinasi di posko terkait.

"Bantuan segera kita didisetrusikan kepada warga yang paling membutuhkan," katanya.

Bencana hidrometeorologi melanda daerah itu mengakibatkan 163 orang meninggal dunia tersebar di Kecamatan Malalak 14 orang, Palupuh satu orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Ampek Nagari satu orang dan Palembayan 136 orang.

Sedangkan 38 korban hilang tersebar di Kecamatan Malalak tiga orang, Tanjung Raya dua orang, Lubuk Basung satu orang dan Palembayan 32 orang.

"Pencarian korban hilang resmi dihentikan berdasarkan surat dan persetujuan dari para ahli waris, Senin (22/12)," katanya.

Banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung juga mengakibatkan 26 orang terisolir, warga mengungsi 3.919 orang, rumah rusak ringan 367 unit, rusak sedang 287 unit, rusak berat 851 unit.

Selain itu jalan rusak 21 titik, jembatan rusak 28 titik, tempat ibadah 27 unit, fasilitas pendidikan 121 unit, lahan pertanian 2.188,77 hektare, ternak 5.481 ekor dan lainnya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.