
BNPB Berencana Bangun Bilik Asmara untuk Pengungsi

Jakarta, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana membangun bilik asmara untuk para pengungsi erupsi Gunung Sinabung. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis, mengatakan kebutuhan pengungsi seperti logistik, air bersih, sanitasi, pendidikan, dan kesehatan selalu menjadi perhatian utama. BNPB, menurut dia, bahkan mulai memikirkan perlunya membangun bilik asmara bagi pasangan suami istri di pengungsian. Sedangkan untuk kebutuhan logistik, Sutopo mengatakan BNPB menjaga agar stok kebutuhan bagi pengungsi selalu tercukupi hingga tiga hari ke depan. Pemenuhan stok untuk tiga hari ke depan telah menjadi arahan dari Direktur Bantuan Darurat BNPB sebagai antisipasi agar keperluan logistik selalu terpenuhi. Ia mengatakan sistem distribusi bantuan logistik semacam itu dilakukan juga untuk menjaga kualitas bantuan, seperti sayur, buah dan bahan-bahan lain yang mudah busuk agar tetap segar. Dengan kesegaran bahan-bahan logistik yang dikonsumsi oleh pengungsi, diharapkan pengungsi tetap sehat. Saat ini jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung pada Kamis mencapai 17.045 jiwa atau 5.541 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 31 titik pengungsian. Mereka warga yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Payung, tiga desa dan satu dusun di Kecamatan Simpang Empat, sembilan desan dan satu dusun di Kecamatan Namantran, dan lima desa di Kecamatan Tiganderket. Hingga Minggu (1/12), aktivitas Gunung Sinabung terpantau masih tinggi karena itu masa tanggap darurat penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, telah diperpanjang hingga 7 Desember 2013. Pada Sabtu (30/11), terekam setidaknya 49 kali gempa vulkanik dalam, sedangkan pada Minggu (1/12) terpantau muncul abu vulkanik tipis sampai sedang yang diterbangkan angin ke arah barat. Selain itu terjadi 12 kali gempa vulkanik, 37 kali gempa low frekuensi, empat kali gempa tektonik jauh, dan tremor 0,5-3 milimeter. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
