
BNPB Berencana Bawa "Herkules" Evakuasi Korban Gempa

Pekanbaru, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana berencana membawa satu unit pesawat Herkules yang sebelumnya beroperasi mengatasi kebakaran lahan di Riau untuk membantu evakuasi para korban gempa bumi di Aceh. "Kami masih menunggu perintah. Kalau memang harus bergerak ke sana (Aceh), kami siap," kata juru bicara BNPB Dr Agus Wibowo kepada Antara di Pekanbaru, Rabu. Menurut informasi yang diterima, demikian Agus, memang rencananya sejumlah kru BNPB yang masih berada di Riau dalam misi mengatasi kabut asap akan bergerak ke Aceh untuk membantu korban gempa di sana. "Namun jadwalnya kapan, belum pasti karena sebenarnya sudah banyak personel BNBP dari Jakarta yang telah tiba di Aceh untuk membantu para korban bencana gempa," katanya. Gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) yang melanda Aceh dikabarkan telah menyebabkan 22 orang meninggal dan lebih 200 orang luka-luka, bahkan ribuan rumah dan bangunan di sana mengalami kerusakan ringan hingga parah. Menurut BNPB, puluhan korban meninggal dunia tersebut tersebar di sejumlah wilayah Aceh. Namun menurut laporan sementara, untuk di Kabupaten Bener Meriah jumlah korban meninggal dunia lima orang, dua orang hilang, dan 70 orang luka-luka. "Puluhan rumah di wilayah ini dikabarkan juga mengalami rusak berat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Sutopo mengatakan, saat ini masyarakat mengungsi di lima titik pengungsian, yaitu Kampung Kolemparacanis, Kampung Kecal, Kampung Lampahan, Kampung Bandar Lampahan, dan Kampung Surajadi. Kemudian BNPB juga mengabarkan sebanyak sembilan warga Aceh Tengah juga turut meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,2 SR itu. "Informasi dari Camat Ketol M Saleh menyebutkan bahwa sembilan warga dari beberapa kampung di kecamatannya telah meninggal dunia akibat gempa," kata Pejabat Pemkab Aceh Tengah Windi Darsa yang dihubungi. Windi menjelaskan, suasana panik masih menyelimuti Aceh Tengah dikarenakan gempa susulan terus terjadi, selain gelap gulita akibat terputusnya aliran listrik PLN. Gedung Sekolah Dasar (SD) Belang Mancong berlantai dua hancur total akibat gempa. Desa terparah diguncang gempa dan ratusan rumah rata dengan tanah, antara lain Kampung Bah, Belang Mancung, Simpang Rajawali, Ponok Balik, dan Jalok. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
