Logo Header Antaranews Sumbar

Filipina Tingkatkan Perlawanan Terhadap Perdagangan Manusia

Rabu, 4 Desember 2013 18:43 WIB
Image Print

Manila, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pemerintah Filipina pada Rabu berjanji meningkatkan upaya pencegahan perdagangan manusia dengan memanfaatkan korban topan "Haiyan" atau "Yolanda". Menteri Kehakiman Leila de Lima membuat jaminan setelah anggota Kongres Amerika Serikat memperingatkan bahwa kaum perempuan dan anak-anak terancam menjadi korban perdagangan manusia setelah bencana itu. De Lima, yang adalah ketua Inter-Agency Council Against Trafficking, mengatakan pemerintah Filipina akan menggelar langkah-langkah tambahan untuk mencegah perdagangan manusia dan kegiatan perekrutan ilegal di daerah-daerah yang terkena dampak bencana. Dalam pidatonya di depan DPR AS sub-Komite Luar Negeri pada Selasa, anggota Kongres Partai Republik Chris Smith mengatakan bahwa wanita, anak-anak, orang tua dan orang-orang dengan kebutuhan khusus "selalu mengalami nasib terburuk selama bencana" dan bahwa mereka beresiko pada perdagangan seks dan kekerasan. Smith juga mengatakan korban topan "Haiyan" bisa menjadi korban perekrut ilegal yang berjanji untuk menemukan mereka bekerja di negara lain. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026