Logo Header Antaranews Sumbar

Belasan hektare sawah warga Kabupaten Solok terendam banjir bandang

Rabu, 26 November 2025 20:52 WIB
Image Print
Sejumlah warga Koto Ilalang, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang melewati jembatan darurat dibangun warga. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Solok

Solok (ANTARA) - Belasan hektare sawah warga terendam banjir bandang akibat luapan air Sungai Batang Aia Gawan, Nagari (Desa) Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Camat Kubung Acil Fasra di Solok, Rabu, mengatakan akibat banjir bandang tersebut lebih dari 1.000 warga atau 512 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Sawah terendam banjir sekitar 15 hektare, sedangkan ternak warga berupa itik 150 ekor hanyut serta dua ekor kambing milik warga hilang.

"Lahan pertanian yang terdampak merupakan lahan yang sudah siap panen," kata dia.

Bencana tersebut terjadi secara tiba-tiba dengan debit air besar yang disebabkan terbendung aliran Sungai Batang Aia Gawan di Nagari Salayo akibat intensitas hujan yang tinggi, sejak beberapa waktu terakhir.

"Tingginya intensitas hujan sejak beberapa waktu lalu mengakibatkan aliran Sungai Batang Aia Gawan meluap dan merambat ke sawah warga," katanya.

Luapan air sungai tersebut berdampak ke Nagari Koto Baru, Selayo, Koto Hilalang, dan Gantung Ciri.

Di Nagari Koto Baru banjir melanda Jorong Kajai, Sawah Pasir, dan Jorong Simpang, sedangkan di Nagari Salayo, banjir di Jorong Sawah Sudut, Batu Palano, dan Galanggang Tangah.

"Tidak ada korban jiwa dari peristiwa banjir tersebut karena masyarakat langsung kita evakuasi ke tempat lebih aman pada subuh Senin (25/10)," kata dia.

Ia mengatakan forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam), yakni kapolsek, danramil dan pihak lainnya melakukan evakuasi saat subuh, sehingga tidak ada warga yang terdampak.

"Titik evakuasi mulai dari Jorong Sawah Pasia, Nagari Koto Baru, Lubuak Aguang, dan Batu Palano. Yang dievakuasi di masjid," ujar dia.

Selain itu, warga yang tinggal di dekat sungai langsung dilakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet BPBD Kabupaten Solok.

"Bencana banjir tersebut merusak jembatan yang merupakan akses utama penghubung masyarakat Jorong Muaro Busuak," kata dia.

Forkopimcam setempat telah berhasil membangun jembatan darurat karena satu-satunya akses masyarakat setempat.

Ia menyebut Pemkab Solok sudah menyalurkan bantuan sembako 56 paket kepada korban.

Saat ini, kondisi cuaca masih ekstrem. Tim kesehatan siap siaga memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia dan anak. Saat ini, 55 KK sudah dievakuasi ke masjid setempat.

Ia mengimbau masyarakat setempat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi karena intensitas hujan masih tinggi.

"Harapan dari kami ke pemerintah pusat, pemprov maupun pemda nantinya agar memberikan bantuan untuk perbaikan jembatan dan perbaikan rumah warga yang rusak," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026