Logo Header Antaranews Sumbar

Truk Pelangsir BBM Terbakar di SPBU

Sabtu, 30 November 2013 13:30 WIB
Image Print

Sampit, (Antara) - Truk dengan nomor polisi AD-9536-MA yang diduga digunakan untuk melangsir atau memindahkan bahan bakar minyak subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.743.02 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terbakar. "Saat mengisi BBM subsidi di SPBU 64.743.02 Nur Ain Jalan Tjilik Riwut, Sampit, dari bagin depan truk tiba-tiba muncul kobaran api. Namun api tidak sempat membesar karena berhasil dipadamkan petugas dan warga yang ada di SPBU," kata seorang warga yang saat itu berada tidak jauh dari kejadian, Riansyah di Sampit, Sabtu. Truk pelangsir yang juga dilengkapi pompa BBM tersebut langsung dievakuasi menjauh dari lokasi SPBU untuk menghindari kebakaran yang lebih besar. Meski insiden tersebut berhasil ditangani, namun hal itu sempat membuat panik puluhan warga yang sedang mengantre untuk membeli BBM di SPBU yang selalu diwarnai kehadiran truk pelangsir itu. Masih belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya truk tersebut, karena kendaraan langsung dievakuasi menjauh dari lokasi SPBU. "Saya menduga truk tersebut digunakan untuk melangsir BBM subsidi jenis solar, sebab jika dilihat dari fisik kendaraan yang sudah tua dan tidak layak beroperasi, tidak memungkinkan digunakan untuk angkutan barang. Jadi hanya digunakan untuk membeli BBM guna dipindahkan/dijual lagi," katanya. Kendaraan roda empat maupun enam, terutama yang berbahan bakar solar dan mengantre di SPBU pada umumnya adalah pelangsir, sebab kendaraan tersebut setiap hari mengantre di sekitar SPBU. Ia berpendapat, jika kendaraan tersebut dipergunakan untuk mengangkut barang tidak mungkin setiap hari mengantre di SPBU. Sementara Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerbong Kepentingan Rakyat (Bongkar) Kabupaten Kotim mengatakan, truk yang terbakar di SPBU 64.743.02 Jalan Tjilik Riwut Sampit diduga kuat dipergunakan untuk melangsir BBM subsidi jenis solar. "Truk itu terbakar kemungkinan besar akibat percikan api dari mesin pompa. Pengalaman saya saat mengikuti tim penertiban BBM subsidi beberapa waktu lalu banyak menemukan penggunaan mesim pompan air di dalam kendaraan untuk menyedot BBM," ungkapnya. Praktik melangsir BBM subsidi di SPBU dengan menggunakan kendaraan di Kabupaten Kotim sampai saat ini masih marak, bahkan terjadi di seluruh SPBU yang ada di wilayah tersebut. Masih maraknya praktik melangsir BBM subsidi di daerah setempat karena kurang adanya ketegasan dari pihak aparat penegak hukum maupun tim yang telah dibentuk oleh pemerintah daerah. "Saya harap aparat kepolisian untuk segera melakukan penertiban kendaraan yang antre di SPBU, sebab sebagian besar kendaraan tersebut sudah tidak layak beroperasi," ungkapnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026