Logo Header Antaranews Sumbar

Prancis Desak Dunia Bertindak Atas Kekerasan di Afrika Tengah

Kamis, 21 November 2013 05:55 WIB
Image Print

Paris, (Antara/AFP) - Presiden Prancis Francois Hollande, Senin, menyeru dunia untuk bertindak terkait aksi kekerasan di Republik Afrika Tengah yang telah menimbulkan kekhawatiran terjadinya pertumpahan darah di negara miskin itu. Hollande mengatakan kepada para menteri pemerintah bahwa masyarakat internasional "tidak dapat menerima aksi-aksi pelanggaran yang saat ini sedang berlangsung, harus mengambil tindakan dan tentu saja Prancis akan turut memikul tanggung jawab dalam hal itu," menurut juru bicara pemerintah Najat Vallaud - Belkacem. Sejak presiden sementara Michel Djotodia merebut kekuasaan dalam kudeta pada Maret, sisa-sisa koalisi oposisi Seleka-nya disebutkan telah memicu kekacauan di bekas koloni Prancis itu. Dengan berkuasanya Djotodia di negara berpenduduk mayoritas kristen itu, sejumlah aksi kekerasan baru-baru ini diduga memiliki akar sektarian. Vallaud - Belkacem mengatakan situasi di negara itu, yang telah diwarnai oleh perang dan kerusuhan selama beberapa dasawarsa terakhir, "sangat serius". "Secepatnya pada pekan depan, atau bahkan sebelum itu, mungkin akan ada usulan baru untuk resolusi di Dewan Keamanan PBB guna mendukung penggelaran pasukan Afrika, yang akan didukung Prancis," katanya. Vallaud - Belkacem tidak menyinggung kemungkinan Prancis mengirim lebih banyak pasukan ke Republik Afrika Tengah itu. Prancis telah memiliki sekitar 410 tentara di negara itu untuk melindungi warga negara Prancis. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan Dewan Keamanan bahwa kelompok-kelompok bersenjata tidak memainkan isu sektarian terhadap satu sama lain dan telah mendukung pembentukan pasukan penjaga perdamaian PBB sebelum krisis menyebabkan aksi kekerasan meluas. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026