Bukittinggi (ANTARA) - Untuk menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Bukittinggi gencar laksanakan kegiatan telecollecting atau layanan pengingat iuran dengan cara menghubungi peserta JKN secara langsung.
Langkah ini terbukti efektif membantu peserta agar lebih disiplin dalam membayar iuran, khususnya bagi segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.
Dengan begitu, kepesertaan mereka tetap aktif dan terlindungi saat membutuhkan layanan kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi, Rabu, menjelaskan bahwa telecollecting tidak hanya sekadar mengingatkan peserta untuk melunasi iuran.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus promosi kemudahan pembayaran yang kini semakin beragam.
“Peserta bisa memanfaatkan autodebit melalui mitra perbankan seperti BRI, BNI, Mandiri, maupun BCA. Selain itu, pembayaran juga bisa dilakukan melalui mobile banking, kami telah menyediakan Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB)," kata Haris.
Melalui program ini, peserta dapat mencicil iurannya lewat Aplikasi Mobile JKN. Semuanya dibuat supaya masyarakat tetap terjaga kepesertaannya tanpa harus menunggu sampai jatuh sakit baru melunasi iuran.
Ia menambahkan, kepatuhan membayar iuran sangat penting demi menjaga kesinambungan Program JKN. Prinsip gotong royong yang diusung Program JKN hanya akan berjalan bila seluruh peserta berpartisipasi aktif.
“Iuran peserta yang sehat digunakan untuk membiayai peserta yang sakit. Inilah semangat kebersamaan yang membuat program ini terus mengalirkan manfaat. Karena itu, kami selalu mengingatkan agar peserta disiplin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan,” ujarnya.
Sejumlah peserta JKN turut merasakan manfaat dari adanya telekolekting. Aiza (36), mengaku awalnya sempat menunggak iuran karena kondisi ekonomi yang sulit. Namun berkat penjelasan petugas yang menghubunginya, ia akhirnya mengetahui adanya program REHAB dan langsung mendaftar melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Kalau dicicil seperti ini tidak begitu berat. Saya sangat terbantu, karena dengan kondisi usaha yang sepi, beban terasa lebih ringan. Petugas yang menelpon pun menjawab pertanyaan saya dengan sabar. Walaupun dulu saya sempat kesal karena sering ditelepon, sekarang saya sadar tujuannya baik, yaitu supaya kepesertaan saya tetap aktif,” katanya.
