Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat melepas keberangkatan 15 mahasiswa Universitas Nasional (Unas) Pasim Bandung yang merupakan peserta Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) Plus.
"Alhamdulillah hari ini 15 orang anak-anak kita yang telah lulus seleksi dengan nilai terbaik kami berangkatkan ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan," kata Wako Pariaman Yota Balad di Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan Saga Saja Plus merupakan upaya Pemkot Pariaman memutuskan mata rantai kemiskinan di daerah itu melalui pendidikan.
Menurutnya mengentaskan kemiskinan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan tinggi kepada warga berasal dari keluarga miskin sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan gaji tinggi.
“Mengentaskan kemiskinan dimulai dengan pendidikan, mereka miskin karena tidak berpendidikan, mereka tidak berpendidikan karena miskin dan akan seperti itu terus berputar, karena itu, melalui Saga Saja Plus ini, kami berharap dapat memutus rantai kemiskinan tersebut,” katanya.
Yota mengatakan upaya pengentasan kemiskinan tersebut tidak hanya dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan tinggi namun juga membuka peluang lapangan pekerjaan.
Menurutnya hal tersebut dapat direalisasikan dengan menjalankan kerja sama dan berbagai pihak salah satunya dengan Unas Pasim Bandung.
“Unas Pasim ini telah menyiapkan pekerjaan bagi para mahasiswa yang lulus,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta mahasiswa-mahasiswa tersebut dapat belajar dengan baik sehingga mendapatkan indek prestasi kumulatif (IPK) di atas 3.2.
Dengan ilmu yang baik dan nilai yang tinggi maka mereka dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi serta mendapatkan pekerjaan yang bisa mengangkat perekonomian keluarga.
"Jangan ikut-ikutan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, laksanakan pembelajaran dengan baik, jaga nama baik orang tua, nama baik Kota Pariaman, raih IPK diatas 3.2 jika ingin merubah nasib keluarga menjadi lebih baik lagi," tambahnya.
