
Jaga stabilitas harga, Pemkot Padang Panjang gelar gerakan pasar murah

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat melalui Dinas Pangan dan Pertanian, berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa lokasi di kota itu.
Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis, berharap gerakan pangan murah tersebut dapat menekan gejolak harga sekaligus meringankan beban masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Stabilitas harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Untuk itu pemerintah daerah terus mendorong langkah konkret bersama berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” kata Hendri Arnis.
GPM ini terselenggara kolaborasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Kita Sago Residen, Gapoktan Lembuti Satu, Bulog Bukittinggi, serta Bank Indonesia.
“Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat terus berjalan dalam bentuk program gerakan pangan murah sebagai upaya membantu masyarakat, dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan harga murah dibawah harga pasar,” jelas Hendri Arnis.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Ade Nafrita Anas, menyebutkan gerakan pangan murah, bagian dari strategi menjaga inflasi daerah.
“BI bersama Pemerintah Daerah berupaya menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan ini juga sebagai edukasi agar warga lebih bijak dalam berbelanja dan mengelola kebutuhan rumah tangga,” kata Ade Nafrita Anas.
Ia menjelaskan gerakan pangan murah menawarkan berbagai kebutuhan pokok di bawah harga pasar diantaranya beras, minyak goreng, gula, hingga aneka sayuran segar, telur dan lain-lain.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah bersama BI untuk masyarakat. Respons warga sangat positif, banyak yang merasa terbantu,” kata Ade.
Sementara itu harga berbagai kebutuhan seperti beras Kuriak 10 kg dijual Rp164.000, beras Kuriak 5 kg Rp82.000, beras SPHP 5 kg Rp62.500, minyak Kita 1 liter Rp15.500, minyak Kita 2 liter Rp31.400, dan gula pasir Rp17.500 per kg.
Sementara sayuran seperti terong, timun, bayam, kale, sawi, hingga cabai rawit dijual rata-rata dengan harga Rp5.000.
Sedangkan harga beberapa komoditas seperti cabai merah Rp82.000/kg, bawang merah Rp37.000/kg, buncis Rp20.000/kg, pakcoy Rp5.000/bungkus, bawang daun Rp12.000/kg, timun Rp10.000/bungkus, tomat Rp10.000/bungkus, wortel Rp20.000/bungkus, gula pasir Rp17.500/kg, minyak goreng Rp15.700/liter, beras premium 10 kg Rp165.000, beras premium 5 kg Rp82.500, dan beras SPHP Rp62.500/5 kg.
Sejak dibuka Senin kemarin, hingga hari ini Selasa, masyarakat antusias mengunjungi stand gerakan pasar murah yang digelar di halaman Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
