Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, melalui Resor Konservasi Wilayah II Maninjau meningkatkan penanganan konflik antara manusia dan satwa beruang madu (Helarctos malayanus) di Jorong Kampuang Dagang, Nagari atau Desa Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Agam.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan upaya ini dilakukan setelah BKSDA kembali menerima laporan kemunculan satwa dilindungi tersebut.
"Satwa dilaporkan mengejar beberapa orang warga setempat dan lokasi kemunculan berada didekat pemukiman," katanya.
Ia mengatakan, sebelumnya pada akhir Agustus 2025, BKSDA Sumbar telah melakukan upaya penanganan konflik tersebut.
Namun hasil dari evaluasi dan perkembangan situasi di lapangan, BKSDA memutuskan untuk melakukan upaya evakuasi satwa dengan menggunakan beberapa kandang jebak.
"Pertimbangan didasarkan untuk keamanan warga dan keselamatan satwa itu sendiri," katanya.
Ia menambahkan BKSDA Sumbar dibantu tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia dan masyarakat bersama-sama melakukan upaya evakuasi dan patroli pemantauan di lapangan.
Berdasarkan informasi dari beberapa warga diketahui satwa beruang berjumlah dua ekor dengan usia diperkirakan dewasa.
"Kita akan terus mengupayakan evakuasi karena diduga ruang gerak satwa berada disekitaran perkebunan dan pemukiman warga," katanya.
Ia mengimbau warga untuk tetap hati-hati dan waspada ketika beraktivitas di perkebunan.
