Logo Header Antaranews Sumbar

Wali Kota Solok sebut gerakan literasi tingkatkan daya pikir kritis

Selasa, 9 September 2025 18:07 WIB
Image Print
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra dan Bunda Literasi Dona Ramadhani foto bersama murid TK Kota Solok, Sumatera Barat, Senin (8/9/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Solok.

Solok (ANTARA) - Wali Kota Solok Ramadhani menyebut gerakan literasi upaya membangun budaya membaca, menulis, serta meningkatkan kemampuan kritis serta kreatif masyarakat dalam menghadapi perkembangan kehidupan sehari-hari.

"Gerakan literasi adalah upaya membangun budaya membaca, menulis, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif masyarakat," katanya di Solok, Sumatera Barat, Selasa, terkait dengan pengukuhan Bunda Literasi Kota Solok.

Pemkot Solok berkomitmen terus meningkatkan gemar membaca di kalangan anak-anak di tengah tantangan perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari.

Ia menjelaskan gerakan literasi bukan sekadar tentang membaca buku, akan tetapi juga tentang membuka wawasan, menambah pengetahuan, serta membentuk karakter bangsa yang cerdas dan berdaya saing.

Wali Kota Solok Ramadhani melantik Dona Ramadhani sebagai Bunda Literasi Kota Solok di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Senin (8/9), antara lain dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok Reffendi dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

Ia menyebut Bunda Literasi bukan hanya simbol atau gelar, melainkan teladan dan motivator dalam membangun semangat literasi secara berkelanjutan.

Ia mengharapkan peran aktif Bunda Literasi dalam menggerakkan seluruh elemen masyarakat agar literasi menjadi kebutuhan sehari-hari dan menjadi budaya yang hidup di daerah itu.

Melalui peran Bunda Literasi, Pemkot Solok ingin membangun budaya membaca sejak dini, menanamkan kecintaan masyarakat terhadap buku, dan menjadikan literasi sebagai gaya hidup.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, antara lain terkait dengan kunjungan masyarakat ke perpustakaan setempat.

Berdasarkan data terbaru, kunjungan masyarakat ke perpustakaan setempat pada Agustus 2025 mencapai 19.333 orang.

Ia menyebut angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat Kota Solok semakin antusias dan sadar pentingnya literasi sebagai kunci membuka dunia pengetahuan.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026