Pemkab Pasaman tekankan transparansi dan efektivitas penggunaan dana BOSP SD-SMP

id Pemkab Pasaman,Pasaman, Sumatera Barat,Bupati Pasaman Welly Suhery

Pemkab Pasaman tekankan transparansi dan efektivitas penggunaan dana BOSP SD-SMP

Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunte serta Kajari Pasaman Sobeng Suradal dalam acara sosialisasi penggunaan anggaran BOSP SD-SMP di Lubuk Sikaping, Kamis (4/9/2025).ANTARA/Heri Sumarno

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menekankan kepada para kepala sekolah soal transparansi dan efektifitas penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekokah Menengah Pertama (SMP).

"Tata kelola penggunaan anggaran BOSP harus efektif yang sepenuhnya digunakan untuk operasional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah," tegas Welly Suhery dihadapan ratusan kepala sekolah SD-SMP dalam sosialisasi penggunaan anggaran BOSP di Lubuk Sikaping, Kamis.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Parulian Dalimunthe, Kajari Pasaman Sobeng Suradal, Kepala Dinas Pendidikan, para pengawas, korwil, serta ratusan kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Pasaman.

Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa dana BOSP tidak hanya sebatas administrasi keuangan, melainkan instrumen strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Dana BOS harus benar-benar dikelola dengan baik, transparan, dan sesuai aturan. Pendidikan berkualitas tidak hanya ditentukan kurikulum dan guru, tetapi juga pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Dengan transparansi, kita menjaga kualitas sekolah sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan,” tegasnya.

Welly Suhery juga meminta seluruh kepala sekolah benar-benar memahami materi sosialisasi dan menerapkannya di lapangan, mengingat peran kepala sekolah sangat menentukan dalam menggerakkan guru, membangun kolaborasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

"Semoga kita dapat bersama-sama membangun tata kelola pendidikan yang bersih, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk anak-anak Pasaman," katanya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt.) Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Gunawan mencatat realisasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) mencapai 98 persen.

"Untuk BOS tingkat SD sudah mencapai 98 persen atau sekitar Rp14,4 miliar. Sisanya hanya sekitar Rp351,4 juta yang belum terealisasi," jelas Gunawan.

Bantuan operasional sekolah yang bersumber dari pemerintah pusat ini dialokasikan untuk Sekolah Dasar (SD) sebanyak 250 sekolah di Pasaman.

"Anggaran yang bersumber dari pusat ini langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah untuk kebutuhan operasional pelaksanaan pendidikan," katanya.

Untuk BOS tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga saat ini realisasinya sudah mencapai 94 persen.

"Untuk jenjang SMP realisasi BOS sudah 94 persen atau sekitar Rp5 miliar. Sementara sisanya hanya berkisar Rp319,2 juta yang belum terealisasi," katanya.

Pihaknya menekankan kepada para kepala sekolah agar penggunaan dana BOS tepat sasaran sesuai regulasi yang ada.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.