
Sigma Anggap Aneh Pernyataan Ketua Bawaslu

Jakarta, (Antara) - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia Said Salahudin menganggap aneh pernyataan Ketua Bawaslu Muhammad bahwa upaya suap terhadap dirinya sudah berlangsung lama, saat dirinya dilantik sebagai pimpinan lembaga pengawas pemilu. "Ketua Bawaslu menyatakan upaya suap itu terjadi sebelum proses verifikasi partai politik. Itu sangat bertolak belakang dengan pengakuan dia sebelumnya di Batam," kata Said Salahudin melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa. Said mengatakan, LKBN Antara pada Jumat (15/11) memberitakan Ketua Bawaslu di Batam menyatakan dirinya mengaku marah terhadap upaya penyuapan terhadap dirinya. Ketua Bawaslu mengancam akan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk mencoret partai tersebut dari peserta pemilu dan calon presiden yang diusung partainya tidak bisa menjadi presiden. "Dua pernyataan itu jelas sekali bedanya. Di Batam dia bilang yang coba menyuap adalah partai peserta pemilu, tapi sekarang dia bilang penyuapan itu terjadi sebelum tahap verifikasi parpol atau sebelum ada parpol yang ditetapkan sebagai peserta pemilu," tuturnya. Menurut Said, adanya pengakuan yang berubah-ubah itu memunculkan tanda tanya. Apakah mungkin Ketua Bawaslu sedang berupaya mengarang cerita baru untuk menyamarkan cerita yang sebenarnya? Kalau benar, apa motifnya?. "Jangan-jangan itu dilakukan untuk melindungi parpol yang pernah mencoba menyuap dirinya," ujarnya. Said mengatakan pernyataan Said yang berbeda-beda itu menimbulkan dugaan Ketua Bawaslu sedang melakukan kebohongan publik. Apabila penyelenggara pemilu sudah melakukan kebohongan publik, itu berarti yang bersangkutan sudah tidak punya integritas. "Ketua Bawaslu harus berani mengungkap yang sebenarnya. Bila perlu dilakukan audit terhadap kekayaan komisioner Bawaslu," pungkasnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
