Logo Header Antaranews Sumbar

PBB Serukan Pengakhiran Segera Bentrokan Kachin

Selasa, 19 November 2013 07:22 WIB
Image Print

Yangon, (Antara/AFP) - Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin menyerukan pengakhiran segera bentrokan pasukan Myanmar dengan pejuang suku Kachin, yang menjebak ratusan orang, termasuk anak-anak sekolah, di daerah terpencil dengan makanan dan tempat tinggal terbatas. Pertempuran memengaruhi sedikit-dikitnya 2.300 orang di daerah Bhamo-Mansi, di antara mereka banyak yang terlantar akibat pertempuran sebelumnya, kata pernyataan badan dunia itu dari Yangon. Badan itu menyatakan keprihatinan khusus bagi sekitar 700 murid setelah pesantren mereka dikepung pasukan Myanmar pada Sabtu. "Siswa itu dan guru mereka dikepung dan dikucilkan dalam sekolah tersebut, tapi seruan Gereja Katolik menyebabkan mereka dibebaskan pada malam itu," kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. "Pertempuran terkini itu juga memengaruhi pengungsi dalam negeri (IDP) di sekitar wilayah tersebut. Mereka mengungsi akibat pertempuran sebelumnya," katanya, dengan menyerukan penghentian segera permusuhan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan. Pertempuran di Kachin, dekat perbatasan utara dengan China, meletus pada Juni 2011 saat gencatan senjata 17 tahun gagal. Kejadian itu menelantarkan sekitar 100.000 orang. Kemelut Kachin -bersama dengan kerusuhan keagamaam di tempat lain di negara itu- membayangi perubahan politik terpuji saat Myanmar keluar dari berdasawarsa pemerintahan tentara. Pemerintahan pembaru Presiden Thein Sein mencapai perdamaian tertentu dengan kelompok utama suku pemberontak di negeri itu, yang diguncang perang saudara sejak merdeka dari Inggris pada 1948. Meskipun terjadi perundingan, perdamaian di Kachin tetap sulit dipahami, menggagalkan upaya pemerintah mencapai gencatan senjata senegeri, yang dapat meningkatkan citra perubahan. Saat berbicara di Yangon, orang kedua Tentara Kemerdekaan Kachin memastikan terjadi bentrokan di sekitar sekolah di desa Nam Lim Pa di dekat perbatasan Cina. Jenderal Maw Gum menyatakan tentara Myanmar memasuki daerah itu dengan iringan bantuan dan "pertempuran kemudian pecah". "Pertempuran sesekali terjadi. Mereka bertempur kemarin (Minggu) dan juga hari ini karena mereka dekat dengan pasukan kami," katanya kepada wartawan. Namun ia menyatakan bentrokan itu tidak akan menggagalkan upaya perdamaian, dengan pembicaraan pemerintah dengan lembaga payung wakil beberapa kelompok suku pada Desember. Pada Senin, kedutaan besar Amerika Serikat mengumumkan bantuan baru 25 juta dolar (sekitar 250 miliar rupiah) untuk korban kekerasan di seluruh negeri itu, termasuk di Kachin, tempat negara adidaya itu memberikan makanan, perawatan kesehatan dan naungan bagi pengungsi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026