Sawahlunto (ANTARA) - Sebagai upaya meningkatkan sistem antrean dan kualitas layanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan Cabang Solok menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perbaikan nyata bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini diwujudkan melalui kegiatan supervisi di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, salah satunya RSUD Sawahlunto.
Kegiatan dipandu oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, melalui Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kota Sawahlunto, Vivi Farianti, diikuti oleh petugas administrasi RSUD Sawahlunto.
Fokus pembahasan diarahkan pada implementasi Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source (SIMGos), aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan efisiensi layanan, termasuk sistem antrean online. Data yang diakses peserta melalui Mobile JKN (misalnya status kepesertaan, riwayat pelayanan, atau antrean) berasal dari sistem back-end yang salah satunya dikelola lewat SIMGos. RSUD Sawahlunto akan mulai menerapkan SIMGos pada 1 September 2025.
Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, melalui integrasi dengan antrean online di aplikasi Mobile JKN, peserta JKN tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengantre di rumah sakit. Peserta bahkan dapat mengetahui jumlah antrean yang sedang berlangsung sehingga lebih mudah mengatur waktu kedatangan dan memperoleh pelayanan kesehatan dengan lebih nyaman.
“Dengan adanya antrean online di Mobile JKN, peserta bisa memantau langsung posisi antrean tanpa harus menunggu lama di rumah sakit. Hal ini tentu menjadi wujud komitmen kami bersama fasilitas kesehatan untuk memberikan layanan yang lebih cepat, efisien, dan berfokus pada kenyamanan peserta. Supervisi ini dilakukan untuk memastikan bahwa rumah sakit siap memberikan layanan yang lebih baik, cepat, dan efisien melalui SIMGos. Inovasi ini sebagai upaya agar peserta JKN benar-benar merasakan manfaat dari layanan kesehatan yang mudah diakses dan sesuai prosedur,” tegas Neri.
Neri menambahkan, sinergi antara BPJS Kesehatan dan RSUD Sawahlunto dalam meningkatkan layanan berbasis digital seperti Mobile JKN mampu memangkas birokrasi manual dan mengurangi waktu tunggu pasien.
Kegiatan supervisi ini juga menjadi wadah evaluasi dan dialog terbuka bersama petugas rumah sakit, sehingga perbaikan bisa dilakukan langsung di titik pelayanan. Dengan begitu, peserta JKN tidak hanya mendapatkan jaminan pembiayaan, tetapi juga kepastian kualitas layanan kesehatan.
“Kami ingin peserta merasa tenang dan percaya bahwa setiap masukan mereka menjadi dasar peningkatan layanan. Dengan penerapan SIMGos di RSUD Sawahlunto, kami optimistis mutu layanan semakin meningkat dan kepuasan peserta JKN dapat terjaga,” tutup Neri. (Rilis)
