Logo Header Antaranews Sumbar

Serum antibisa ular bagi warga Badui

Senin, 18 Agustus 2025 08:30 WIB
Image Print
Masyarakat Badui pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten berpotensi menjadi korban gigitan ular berbisa karena kehidupan mereka sehari-hari berada di kawasan hutan dan ladang perkebunan. ANTARA/Mansur

Saat ini, aktivitas kegiatan masyarakat Badui membuka ladang-ladang pertanian, sehingga banyak korban gigitan ular berbisa yang bisa mematikan, di antaranya ular tanah, ular hitam, ular kobra dan ular belang, terlebih curah hujan tinggi.

Populasi ular yang mematikan itu di sekitar semak belukar hutan, rerumputan ilalang, tumpukan kayu dan areal tanah lapang.

Selain itu pada malam hari saat musim hujan, banyak ular berbisa berkeliaran di jalan-jalan hingga ke pemukiman warga untuk mencari makan alami mereka, di antaranya kodok dan tikus.

Petani kerap kali menghadapi risiko gigitan ular berbisa saat membuka ladang dan kebun mereka.

 

Penyediaan serum Abu di puskesmas perbatasan masyarakat Badui antara lain Puskesmas Cisimeut, Puskesmas Leuwidamar dan Cirinten.

"Kami yakin dengan tersedianya serum Abu bisa menyelamatkan korban gigitan ular itu," katanya.

Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi mengatakan saat ini kasus gigitan ular berbisa yang dialami masyarakat Suku Badui dalam empat bulan terakhir sebanyak 30 kasus dan dua di antaranya meninggal dunia dan satu orang kehilangan jari.

Namun, pihaknya berharap Dinkes Provinsi Banten dan Dinkes Kabupaten Lebak menyediakan stok serum Abu.

"Kami sekarang jika ada warga Badui yang menjadi korban gigitan ular berbisa dirujuk ke RSUD Banten, karena dipastikan ada serum Abu dibandingkan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung," katanya.

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Lebak sediakan serum antibisa ular bagi warga Badui

 



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026