
KPU Perintahkan PPLN Buka Data DPTLN

Jakarta, (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memerintahkan panitia pemungutan luar negeri (PPLN) untuk membuka data daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) sehingga dapat diakses oleh warga negara Indonesia (WNI) pemilih di luar negeri. "Kami menyampaikan kepada PPLN dalam kunjungan kami untuk supaya data pemilih luar negeri itu dapat diakses ''online'' (dalam jaringan)," kata Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik di Jakarta, Rabu. Husni mengatakan penyediaan akses data pemilih luar negeri tersebut dimaksudkan agar WNI yang baru tiba di luar negeri menjelang hari pemungutan suara dapat terakomodir hak pilihnya. "Misalnya ada TKI (tenaga kerja Indonesia) yang baru datang lalu melaporkan diri di kantor perwakilan, maka petugas PPLN dapat mudah melakukan ''cross-check'' (cek silang, red.) ke ''database''," jelasnya. Dengan adanya data pemilih luar negeri dalam jaringan (daring), maka diharapkan partisipasi pemilih Pemilu di luar negeri dapat meningkat dari Pemilu sebelumnya. "Partisipasi pemilih luar negeri pada Pemilu 2009 hanya 22,3 persen dan kami berharap ini dapat meningkat seperti kami menargetkan partisipasi pemilih Pemilu di dalam negeri yang hingga 75 persen," kata Husni. Imbauan tersebut disampaikan KPU dalam kunjungan kerja yang dilakukan oleh jajaran KPU Pusat secara terpisah ke 10 negara dari 130 kantor perwakilan PPLN di luar negeri. Dari 130 kantor perwakilan RI di luar negeri, KPU memusatkan kegiatan kunjungan kerja tersebut di 10 negara, antara lain Sydney untuk kawasan Pasifik, Bangkok untuk kawasan ASEAN, Los Angeles untuk kawasan Amerika Serikat, Madrid untuk kawasan Eropa, Rabat untuk kawasan Timur Tengah dan Nairobi untuk kawasan Afrika. Menurut Husni, kunjungan kerja yang dilakukan komisioner, sekretaris jenderal dan kepala biro KPU Pusat tersebut dilakukan untuk menjalin koordinasi dengan petugas PPLN. "Namanya suatu organisasi itu harus ada konsolidasi, (kunker) itu keperluan dasar untuk melakukan rapat koordinasi," ujarnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
