Logo Header Antaranews Sumbar

Menlu India Optimistik Mengenai Hubungan dengan China

Senin, 11 November 2013 12:49 WIB
Image Print

Sydney, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri India Salman Khurshid menyatakan optimis mengenai masa depan hubungan dengan sesama negara kuat Asia China, dengan Delhi melihat Beijing sebagai " saingan sekaligus mitra". Namun dalam satu wawancara dengan surat kabar The Australian yang diterbitkan Senin, Khurshid mengatakan, sengketa memburuk perbatasan Himalaya antara dua raksasa bertetangga itu tetap menjadi bidang perhatian utama. India dan China, dua negara yang paling padat penduduknya di dunia, memiliki hubungan historis kadang-penuh yang sistem politik kontras mereka dan kepentingan geo-strategis tertentu, tetapi Khurshid mengatakan dia yakin bergerak maju. Ketika ditanya apakah mereka tidak bertujuan untuk menjadi pesaing, ia menjawab :"Ya, saya pikir itu sampai batas tertentu tak terelakkan, meskipun jauh lebih kompleks dari itu, tentu saja. "Tetapi kami ingin menjadi saingan yang juga mitra, mitra yang juga saingan. "Perdana menteri kami telah mengatakan bahwa dunia ini cukup besar untuk menampung aspirasi kedua negara China dan India," tambahnya. Sengketa perbatasan berkobar lagi pada April, dengan India menuduh pasukan China mengganggu hampir 20 kilometer (12 mil) ke wilayah yang dikuasai India, memicu ketegangan tiga pekan yang hanya diselesaikan ketika tentara dari kedua pihak ditarik kembali. China dan India terlibat perang singkat pada tahun 1962 dan perbatasan antara kedua negara tidak pernah benar-benar dibatasi, meskipun mereka telah menandatangani kesepakatan untuk menjaga perdamaian. Ditanya mengapa China melakukan serangkaian penyerangan ke wilayah India, Khurshid mengatakan "ada banyak teori". "Sampai sejauh mana otonomi Tentara Pembebasan Rakyat - menghasuttindakan? Atau cara halus China sendiri mengirimkan pesan dominasi? "Saya dapat mengatakan intinya adalah bahwa ketika kita bertemu dengan mereka (para pemimpin China) mereka sangat ramah dan cukup responsif terhadap keprihatinan kami. "Saya tidak akan mengatakan bahwa kami telah memiliki kepuasan secara penuh, tetapi ada gerakan maju yang stabil." Sementara India tetap prihatin, kata menteri luar negeri, serbuan-serbuan harus dilihat "dalam konteks persepsi yang berbeda tentang apa itu garis kontrol dan di mana harus diletakkan". "Kabar baiknya adalah bahwa belum ada seorang korban di depan China selama beberapa tahun," katanya. "Ada pertempuran dan konfrontasi bola mata-ke-bola mata, namun tidak ada korban." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026